Perlu penanganan yang komprehensif bagi obesitas yang diderita oleh Titi Wati. (Foto: MI/Surya Sriyanti)
Perlu penanganan yang komprehensif bagi obesitas yang diderita oleh Titi Wati. (Foto: MI/Surya Sriyanti)

Penanganan Komprehensif untuk Kasus Obesitas Titi Wati

Rona obesitas Titi Wati
11 Januari 2019 17:40
Jakarta: Kegemukan alias obesitas adalah kondisi di mana tubuh mengandung terlalu bayak lemak. Kegemukan dan obesitas yang terjadi pada Titi Wati misalnya.

Perempuan berusia 37 tahun asal Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah itu awalnya punya berat badan 167 kg di tahun 2013. Lima tahun kemudian berat badannya terus bertambah hingga mencapai 220 kg.

Kondisinya itu membuat Titi mengaku kesulitan bergerak, bahkan sekadar untuk mengangkat tubuhnya dari tempat tidur. Titi kini hanya bisa tengkurap di tempat tidurnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Terkadang muncul juga rasa penasaran bagaimana manusia bisa mengalami obesitas hingga berbobot sebesar itu? Dalam pandangan pakar gizi Dr. dr. Tan Shot Yen, M.hum mengatakan, faktor-faktor seperti genetik, gaya hidup, kurangnya berolahraga, pola makan tidak sehat, efek samping dari pengobatan, dan penyakit dari masing-masing orang bisa menyebabkan seseorang tersebut mengalami obesitas.

"Ada beberapa dugaan, salah satu kemungkinannya yaitu kelebihan Sindroma Cushing Prader Willi (ACHT) atau disebut hormon kortisol diproduksi oleh kelenjar anak ginjal yang diperintah dari otak," papar dr. Tan Shot Yen.

(Baca juga: Kasus Obesitas Tak Bisa Digeneralisasi)

"Jika hormon ini memerintahkan secara lebih, akan bekerjanya pun secara berlebihan dan masalah macam-macam metabolisme juga bisa menimbulkan banyak lemak. Sehingga ini akan menimbulkan efek ke belakangnya menjadi tidak menyenangkan, seperti risiko jantung, keropos tulang, dan juga gangguan hormon menstruasi jadi kacau," ujarnya.

Bagi kebanyakan orang, Body Mass Index dapat dimanfaatkan untuk mengukur kandungan lemak dalam tubuh. Akan tetapi, BMI tidak secara langsung mengukur lemak tubuh.

Jika kita hanya mengandalkan BMI, kita tidak akan mendapatkan ukuran obesitas yang akurat. Jadi, berkonsultasilah pada dokter untuk mengetahui detail tentang tingkat obesitas Anda.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya, seperti hipertensi, diabetes, dan jantung koroner. Situasi ini juga meningkatkan artritis yang menyebabkan sesak napas, sleep apnea, dan cepat lelah.

Penanganan obesitas ditujukan untuk mencapai dan memertahankan berat badan yang normal dan sehat. Untuk tujuan ini, maka perlu dilakukan perubahan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik.

Selain itu, perubahan perilaku juga diperlukan untuk mengatasi masalah psikologis terkait berat badan melalui konseling dan support group.

Penurunan berat badan, meski dalam jumlah kecil, dan memertahankannya secara stabil dapat mengurangi risiko mengalami komplikasi penyakit terkait obesitas.

Dan alangkah baiknya ditanangani oleh tim penyakit dalam dan ahli gizi obesitas agar cepat diberikan solusi serta penanganan yang lebih lanjut.


Maria Fransiska




(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi