Setelah menjalani proses persalinan, Audy mengaku mengalami lonjakan berat badan signifikan hingga mencapai 30 kilogram. Kondisi tersebut membuatnya harus berjuang keras untuk mengembalikan bentuk tubuh idealnya.
“Hamil saya naik itu sekitar 30 kilo, memang besar banget dan anak saya juga besar pas lahirnya. Dan memang saya struggle banget untuk balik lagi kayak dulu badannya,” kata Audy Item kepada awak media di Jakarta, pada Rabu, 4 Maret 2026.
Diagnosis Medis dan Gejala Fisik
Awalnya, Audy tidak menyadari bahwa dirinya telah masuk kategori obesitas. Ia baru mengetahui kondisi kesehatannya secara pasti setelah berkonsultasi dengan tenaga medis.Sebelumnya, Audy sering mengeluhkan gejala fisik seperti pusing, pandangan berkunang-kunang, dan tubuh yang cepat lemas.
“Perasaan badan biasa-biasa aja tapi ada timbunan lemak. Aku baru tahu kalau aku obesitas itu karena aku ke dokter dicek semua ‘oh kamu sudah obesity di tingkat ini’,” ujar Audy.
Bahaya Diet Tanpa Pengawasan
Sebelum mendapatkan penanganan yang tepat, Audy sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun saran rekan-rekannya. Namun, meski sempat membuahkan hasil instan, berat badannya justru kembali naik dengan cepat."Dulu aku coba olahraga tapi kayaknya kok nggak cocok, nggak enak dibawa badannya. Aku baru tahu setelah ketemu dokter. Kadang suka ngeyel ya ‘ah, aku mau diet kayak si itu’. Ternyata itu belum tentu bagus buat badan kita,” jelas Audy.
Ia menambahkan bahwa efek samping dari metode yang tidak tepat tersebut sempat membuatnya tertekan.
“Aku ikutin semuanya, cepat turun tapi bounce back-nya cepat lagi, bisa tiga kali lipat. Jadi bener-bener aku sampai frustrasi," tuturnya.
Pentingnya Konsultasi dengan Ahli
Kini, Audy lebih vokal menyuarakan isu obesitas karena menyadari bahwa kondisi tersebut merupakan pintu masuk bagi berbagai penyakit kronis yang membahayakan nyawa.Ia juga menyoroti gaya hidup modern dengan maraknya makanan dan minuman olahan yang berdampak buruk bagi tubuh.
“Aku berani untuk menyuarakan tentang obesitas ini karena memang obesitas ini adalah penyakit yang memang bisa dikatakan gawat karena bisa menimbulkan banyak penyakit yang lain,” tutur dia.
Menurutnya, kesadaran akan kesehatan harus dibarengi dengan sumber informasi yang valid. Meski rutin berolahraga dua hingga tiga kali sepekan di pusat kebugaran, Audy mengingatkan bahwa setiap individu memiliki kebutuhan fisik yang berbeda.
“Kita tidak bisa hanya mendapatkan informasi cuma dari omongan orang atau cuma dari internet saja yang kita belum tentu tahu itu benar apa enggak, memang harus didampingi oleh yang ahli yaitu dokter,” ucap Audy.
Ia menekankan pentingnya personalisasi aktivitas fisik di bawah pengawasan ahli agar tidak berujung pada cedera atau gangguan kesehatan lainnya.
“Karena apa yang bagus buat badan kita, hanya dokter yang tahu. Kita enggak bisa asal-asalan karena kan ada yang ekstrem olahraganya, belum tentu juga itu bagus buat badan kita malah jadi sakit,” pungkas Audy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News