FITNESS & HEALTH

Nggak Cuma Niat, Audy Item Ungkap Cara Atasi Obesitas

A. Firdaus
Kamis 05 Maret 2026 / 14:10
Ringkasnya gini..
  • Obesitas bukan sekadar kurang disiplin.
  • Masih banyak masyarakat yang memandang obesitas hanya sebagai persoalan gaya hidup.
  • Pengalaman Audy menjadi contoh bahwa mengandalkan willpower semata.
Jakarta: Perjuangan melawan obesitas bukan hanya soal menahan lapar atau rutin berolahraga. Hal itu disampaikan musisi Audy Item, yang mengaku sempat berada di titik lelah menghadapi kondisi berat badan berlebih.

Menurut Audy, ia akhirnya menyadari bahwa obesitas adalah kondisi medis yang tidak bisa dikelola sendirian.

“Saya sampai pada titik di mana saya paham bahwa obesitas adalah kondisi medis yang tidak bisa dikelola sendirian. Langkah proaktif mencari bantuan profesional menjadi kunci untuk keluar dari siklus perjuangan yang melelahkan,” ujar Audy dalam talkshow World Obesity Day 2026 dengan topik “Redefining Obesity: WHO-Recognized Innovation for Quality Weight Loss”, Rabu 4 Maret 2026.
 

Obesitas bukan sekadar kurang disiplin


Masih banyak masyarakat yang memandang obesitas hanya sebagai persoalan gaya hidup atau kurangnya kemauan. Padahal, secara medis, obesitas termasuk penyakit kronis yang membutuhkan pendekatan komprehensif dan berkelanjutan.

Tanpa penanganan yang tepat, obesitas dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti diabetes tipe 2, gangguan jantung, hingga masalah sendi akibat beban tubuh berlebih.

Pengalaman Audy menjadi contoh bahwa mengandalkan willpower semata sering kali tidak cukup. Ia mengaku hasil yang signifikan baru dirasakan setelah mendapatkan pendampingan medis.

“Setelah didampingi dokter, hasilnya nyata dan berkualitas. Saya tidak hanya menurunkan berat badan, tetapi juga mendapatkan kembali kesehatan dan mobilitas saya,” jelasnya.
 

Pentingnya pendekatan terstruktur


Pendampingan medis dalam penanganan obesitas umumnya mencakup evaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh, pengaturan pola makan yang sesuai, aktivitas fisik terukur, hingga terapi medis jika diperlukan.

Pendekatan ini dinilai lebih aman dan efektif dibandingkan mencoba berbagai metode diet tanpa pengawasan, yang berisiko menimbulkan efek yo-yo atau gangguan metabolisme.

Audy pun mendorong masyarakat yang masih berjuang melawan obesitas untuk tidak ragu mencari bantuan profesional.

“Bagi teman-teman yang masih berjuang, langkah pertama yang paling krusial adalah mencari bantuan medis profesional. salah satunya melalui www.NovoCare.id,” katanya.

Sreerekha Sreenivasan, General Manager Novo Nordisk Indonesia menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi medis berbasis sains. Selama lebih dari 20 tahun di Indonesia, Novo Nordisk berkomitmen menghadirkan inovasi medis yang melampaui sekadar penurunan berat badan, melainkan berfokus pada kualitas kesehatan jangka panjang.

"Berbekal lebih dari 30 tahun riset obesitas secara global, kami percaya kekuatan sains dapat mengubah hidup para individu dengan obesitas melalui penurunan berat badan yang terbukti klinis menjaga massa otot sekaligus mengurangi risiko kardiovaskular," ujar Sreenivasan.

Sejalan dengan hal tersebut, dr. Riyanny Meisha Tarliman, Associate Director, Clinical, Medical, and Regulatory, Novo Nordisk Indonesia, menekankan pentingnya mencari dukungan medis yang tepat sejak awal.

“Obesitas adalah kondisi medis kronis yang tidak seharusnya ditangani sendiri atau berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat perlu memiliki akses ke fakta berbasis sains untuk memahami obesitas dengan lebih baik, sekaligus akses untuk terhubung dengan dokter yang dapat membantu penanganan obesitas secara tepat," pungkas dr. Riyanny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH