Menteri Kesehatan RI, Letjen TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K), membentuk tim atasi defisit BPJS. (Foto: Dok. Kemenkes RI)
Menteri Kesehatan RI, Letjen TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K), membentuk tim atasi defisit BPJS. (Foto: Dok. Kemenkes RI)

Menkes Bentuk Tim Atasi Defisit BPJS

Rona menkes
Sunnaholomi Halakrispen • 27 Oktober 2019 13:06
Jakarta: Menteri Kesehatan RI, Letjen TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K), membentuk tim baru. Tugasnya, untuk mengatasi defisit dari persoalan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
 
Rencana pembentukan tim tersebut disampaikan ketika berkunjung ke Kantor BPJS. Koordinasi dilakukan dengan Direktur BPJS Kesehatan Fahmi Idris dan mencapai kesepakatan bersama.
 
"Masyarakat sudah tahu permasalahannya ada di defisit dan defisit itu berusaha kita pecahkan bersama," ujar Menkes Terawan di Kantor BPJS, Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebenarnya, kata Dr. Terawan, terkait defisit ini sudah dibicarakan bersama tiga Kementerian yang berkaitan. Di antaranya, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, dan Kemenenterian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
 
"Tapi ada perhitungan-perhitungan yang akan diselesaikan oleh Tim Kecil. Tim Kecil nanti akan segera bergerak karena ini sifatnya menyangkut kesejahteraan masyarakat, karena itu kami tidak main-main untuk melakukan itu," tuturnya.
 
Tim Kecil bertugas membahas langkah strategis yang diperlukan atau yang sangat diperlukan untuk mengatasi defisit. Teknisnya, dari Kemenkes dan BPJS Kesehatan mengurai satu per satu permasalahannya.
 
Misalnya, terkait masalah penyakit jantung yang tagihannya mencapai lebih dari Rp10 triliun. Upaya yang akan ditempuh ialah dengan memanggil ketua perhimpunan seperti Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki), terkait penyakit jantung untuk duduk bersama menyelesaikan masalah.
 
"Kalau mereka sungkan datang ke kantor kami, saya berdua (Menkes dan Fahmi) yang akan mendatangi kantor organisasinya. Jadi kami akan bergerak cepat karena situasinya tidak memungkinkan untuk lambat," pungkas Dr. Terawan.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif