Kasus covid-19, khususnya pada anak-anak umumnya tidak telalu parah dibandingkan pada orang dewasa. (Ilustrasi/Pexels)
Kasus covid-19, khususnya pada anak-anak umumnya tidak telalu parah dibandingkan pada orang dewasa. (Ilustrasi/Pexels)

Apakah Gejala Covid-19 Berbeda pada Anak-anak?

Rona Virus Korona virus corona covid-19 wabah covid-19 pada anak
Raka Lestari • 28 Maret 2020 10:03
Jakarta: Meskipun masih belum bisa dipastikan bagaimana cara penularan covid-19 dari manusia ke manusia, namun virus ini juga memiliki dampak yang berbeda-beda. Seperti pada orang tua, anak-anak, dan bayi baru lahir.
 
Berdasarkan sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Pedriatics, dilakukan pengamatan dari 16 Januari hingga 8 Februari terhadap 2.143 anak di Tiongkok. Studi tersebut menemukan bahwa kasus covid-19, khususnya pada anak-anak umumnya tidak telalu parah dibandingkan pada orang dewasa.
 
Meskipun memang bayi mamilki tingkat penyakit yang lebih tinggi daripada kelompok anak-anak dan remaja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tidak ada yang benar-benar tahu mengapa bayi lebih mungkin terkena infeksi dibandingkan anak-anak yang lebih tua. Tetapi teori yang bisa menjelaskan ini adalah mungkin karena bayi dan batita masih belum mengembangkan kekebalan terhadap salah satu (atau banyak) jenis virus korona umum yang biasanya beredar,” jelas dokter anak Cara Natterson, MD, seperti dilansir Health.
 
Menurutnya, covid-19 masih satu keluarga dengan virus yang menyebabkan flu biasa. "Namun jenis yang sudah menyebar ke seluruh dunia ini masih tergolong baru,” ucapnya.
 
Rebecca C. Brightman, MD, asisten profesor klinis kebidanan, ginekologi dan kedokteran reproduksi di The Icahn School of Medicine di Mount Sinai, menambahkan, masuk akal bahwa bayi akan menjadi yang paling berisiko jika terkena covid-19. Karena mereka memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat rentan.
 
“Setelah bayi menjadi balita, mereka terpapar banyak kuman dan virus, yang berfungsi memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka, termasuk jenis virus coronavirus yang umum,” jelas Dr Brightman.
 
Menurutnya, hal inilah sebabnya mengapa anak-anak dan dewasa muda mungkin berhasil melawan covid-19. "Dan seiring bertambahnya usia (yaitu orang yang berusia di atas 65), sistem kekebalan tubuh melemah dan mereka juga berisiko lebih besar terkena gejala parah dan memerlukan rawat inap,” imbuhnya.
 
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menegaskan bahwa gejala virus korona pada anak-anak serupa dengan gejala pada orang dewasa, namun memang pada beberapa kasus anak gejala tersebut ditambah dengan muntah dan diare.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif