Pemerintah Provinsi Bali efektif menjalankan aturan pengendalian rokok yang dituangkan dalam Perda Bali nomor 10 tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) diikuti kabupaten/kota. (Foto: Dok. A. Firdaus)
Pemerintah Provinsi Bali efektif menjalankan aturan pengendalian rokok yang dituangkan dalam Perda Bali nomor 10 tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) diikuti kabupaten/kota. (Foto: Dok. A. Firdaus)

Bali Kian Dekat sebagai Daerah Tanpa Rokok

Rona kunjungan kemenkes
A. Firdaus • 25 April 2019 17:13
Pemerintah Provinsi Bali efektif menjalankan aturan pengendalian rokok yang dituangkan dalam Perda Bali nomor 10 tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) diikuti kabupaten/kota. Di mana daerah yang menjadi favorit wisata ini kian menurun pengguna tembakaunya.
 

 
Denpasar:
Komitmen tinggi terus dilakukan Pemerintah Provinsi Bali terkait penekanan jumlah pengguna rokok. Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Ketut Suarjaya.
 
Komitmen soal aturan pengendalian rokok ini dituangkan dalam Perda Bali nomor 10 tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) diikuti kabupaten/kota. Di mana daerah yang menjadi favorit wisata ini kian menurun pengguna tembakaunya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saat ini seluruh kabupaten/kota punya KTR. Kami mengatur wilayah-wilayah tidak boleh ada asap rokok,” kata Suarjaya saat Temu Media Ekspose Pembangunan Bali, Kamis, 25 April 2019.
 
Secara spesifik terjadi juga upaya penekanan pada remaja. Yaitu dengan cara menyosialisasi dan promosi kesehatan yang menyasar komunitas-komunitas.
 
Hasilnya cukup efektif. Prevalensi konsumsi tembakau hisap dan kunyah usia di atas 15 tahun berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menurun.
 
Riskesdas 2013 jumlah konsumsi tembakau hisap dan kunyah sebesar 36,3 persen sementara Riskesdas 2018 menjadi 33,8 persen.
 
(Baca juga: Menkes: Sentuhan yang Luar Biasa dari Rumah Berdaya)
 
Bali Kian Dekat sebagai Daerah Tanpa Rokok
(Pemerintah Provinsi Bali efektif menjalankan aturan pengendalian rokok yang dituangkan dalam Perda Bali nomor 10 tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) diikuti kabupaten/kota. Foto: Pexels.com)
 
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, mengamini data yang tertuang dalam Riskesdas. Ia menambahkan sosialisasi pada anak muda dilakukan juga melalui Posyandu remaja.
 
Lebih hebatnya, juga sudah diberlakukan larangan iklan rokok. Termasuk tindakan rutin yang melibatkan Satpol PP setiap bulannya.
 
“Pemerintah daerah memberlakukan larangan untuk iklan rokok. Di Denpasar sudah tidak ada iklan rokok. Kalau kita melihat Satpol PP setiap bulan ada tindak pidana ringan pada bagi yang merokok di KTR,” katanya.
 
Tjokorda mengaku ada tantangan selanjutnya terkait rokok ini, yaitu masalah vape. Namun ia optimis dengan gencarnya sosialisasi, keinginan remaja untuk merokok bisa diatasi.
 
“Ini belum ada aturan yang jelas. Dikhawatirkan juga karena daya tariknya asyik bisa menarik keinginan remaja untuk merokok vape,” tutup Tjokorda.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif