Akupunktur Bantu Atasi Insomnia Pasien Kanker
(Foto: Times)
Jakarta: Penelitian menunjukkan, hingga 60 persen penderita kanker mengalami insomnia. Hal itu disebabkan oleh pola perawatan kanker seperti kemoterapi dan steroid, serta tekanan psikologis.

Untuk mengatasi hal itu, dokter bisa menyarankan kepada pasien untuk menjalani metode akupuntur. Teknik pengobatan tradisional Tiongkok itu dinilai mampu mengatasi insomnia penderita kanker.

Alternatif tersebut diusulkan oleh Jun Mao, kepala layanan pengobatan integratif di Pusat Kanker Memorial Sloan Kettering di New York. Dia mempelajari pendekatan yang lebih alami untuk mengobati efek samping insomnia kronis melalui akupunktur dan terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBT- SAYA).


"CBT-I adalah jenis teknik konseling yang sangat spesifik," kata Mao. "Ini berbeda dari CBT generik untuk mengobati depresi atau kecemasan. Itu benar-benar menargetkan jalur perilaku spesifik yang mengarah ke insomnia," kata Mao saat dikutip dari Foxnews.com.

Mao menjelaskan, teknik pengobatan menggunakan jarum halus tersebut disebut dapat menstimulasi saraf dan memberi sinyal pada otak untuk melepaskan penghilang rasa sakit alami tubuh seperti endorphin atau dopamin. 

"Beberapa jarum ada di kulit kepala dan di telinga, dan juga di pergelangan tangan atau di sekitar kaki,” kata Mao.

Untuk uji klinis Choice, Mao merekrut 160 orang untuk menjalani delapan minggu pengobatan dengan akupunktur atau CBT-I. Salah satu peserta yaitu Michael Whitfield Jones, penderita kanker prostat yang telah mengalami insomnia kronis sejak 2006.

Jones menjalani perawatan akupunktur untuk penelitian dan mengalami bantuan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun.

"Saya tidak punya hari-hari di mana saya suka 'Ya Tuhan, saya tidak cukup tidur semalam,' saya tidak punya hari-hari itu lagi, itu masalah besar," katanya.

Berdasarkan hasil penelitiannya, Mao menemukan bahwa CBT-I dan akupunktur efektif dalam mengobati insomnia sedang hingga berat. Tetapi CBT-I lebih efektif untuk mereka yang memiliki gejala ringan kurang tidur.

“Ini memberitahu saya sebagai seorang dokter dan peneliti untuk masalah tidur ringan yang kita butuhkan untuk memulai dengan semacam perubahan perilaku, daripada pergi ke akupunktur. Tetapi untuk yang sedang sampai berat, saya pikir akupunktur bisa menjadi alat yang sangat berguna," kata Mao.

Bahkan setelah menghentikan pengobatan, studi Choice menemukan, perbaikan tidur dipertahankan hingga tiga bulan tanpa perawatan tambahan.





(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id