Indonesia sendiri, tengah mendemokan vaksinasi kanker serviks pada anak usia Sekolah Dasar di daerah DKI Jakarta terlebih dahulu. (Foto: Tip Top Lifestyle)
Indonesia sendiri, tengah mendemokan vaksinasi kanker serviks pada anak usia Sekolah Dasar di daerah DKI Jakarta terlebih dahulu. (Foto: Tip Top Lifestyle)

Vaksinasi Kanker Serviks sebagai Upaya Pencegahan Primer

Rona kanker serviks
Sri Yanti Nainggolan • 11 April 2017 16:14
medcom.id, Jakarta: Kanker serviks, sebagai kanker penyebab kematian terbesar kedua setelah kanker payudara, tidak bisa diremehkan  lagi. Diperlukan upaya pencegahan untuk menanggulangi penyakit yang setiap jamnya memakan satu korban wanita tersebut.
 
Terdapat dua jenis pencegahan, yaitu vaksinasi sebagai pencegahan primer dan skrining sebagai pencegahan sekunder. Indonesia sendiri, tengah mendemokan vaksinasi kanker serviks pada anak usia Sekolah Dasar di daerah DKI Jakarta terlebih dahulu.
 
"Pemberian pada anak usia 10 tahun ini bukan tanpa alasan, namun agar anak terlindungi lebih dini kalau diberikan saat anak berusia 17 tahun, nanti jadi kecolongan," ujar Prof. Dr. dr. Andrijono, SpOG (K) selaku ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) dalam temu media, Selasa (11/4/2017).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Vaksinasi Kanker Serviks sebagai Upaya Pencegahan Primer
 
Ia menjelaskan, vaksinasi dini tersebut juga didasarkan pada tren pernikahan Indonesia yang sebanyak 45 persen menikah di bawah usia 19 tahun. Melihat hal tersebut, maka bila dilakukan semakin cepat, maka proteksi pada penyakit tersebut pun akan semakin baik.
 
(Baca juga: Mengenal Gejala Kanker Serviks)
 
Pemikiran tersebut juga berkiblat dari pengalaman salah satu negara, yaitu Swedia, yang melakukan vaksinasi pada warga wanita yang berusia di bawah 17 tahun dimana risiko terkena kankers serviks menurun hingga 75 persen. Dr. Andrijono menyimpulkan, bila dilakukan pada usia lebih dini, maka akan lebih efektif.
 
Vaksin tersebut pada dasarnya bukanlah virus yang dilemahkan, seperti pada umumnya vaksin, namun protein buatan yang menyerupai kulit vaksin. 
 
Sistem kerja dari vaksin ini adalah merembes ke dalam darah yang mengalir ke daerah vagina dan servik. Dengan demikian, ketika virus masuk ke daerah tersebut, dapat langsung ditangkap oleh vaksin yang bercampur dengan darah.
 
Vaksinasi Kanker Serviks sebagai Upaya Pencegahan Primer
 
Selain vaksinasi, skrining menjadi pilihan dalam pencegahan kanker serviks. Meski demikian, Dr. Andrijono mengungkapkan bahwa dari segi morbiditas, vaksinasi jauh lebih berpeluang lebih lama hidup.
 
"Skrining tingkat morbiditasnya masih ada, sementara vaksinasi tidak. Misalnya, jika menemukan lesi kecil saat diskrining, maka diperlukan pengobatan. Sementara untuk vaksin, dengan 2-3 suntikan, bisa bertahan selama paling tidak 15 tahun," paparnya.
 

 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif