Ilustrasi--Pexels.
Ilustrasi--Pexels.

Studi: Wanita dengan Hipertensi selama Hamil Meningkat

Rona hipertensi
Anda Nurlaila • 14 September 2019 13:05
Jakarta: Tekanan darah tinggi sebelum dan selama kehamilan berpengaruh buruk pada wanita hamil maupun janin dalam kandungan. Di antaranya kematian bayi, preeklampsia, stroke, gagal jantung, kardiomiopati atau penyakit otot jantung, gagal ginjal dan kematian ibu. 
 
Sebuah studi terbaru di Amerika Serikat menunjukkan jumlah wanita dengan hipertensi selama kehamilan selama 20 minggu pertama kehamilan meningkat selama empat dekade terakhir. Kasus ini terutama di kalangan wanita kulit hitam, menurut penelitian baru di Jurnal American Heart Association Hypertension.
 
Mengutip Science Daily, para peneliti mendefinisikan tekanan darah tinggi sebagai tekanan darah sistolik 140 mm Hg dan tekanan darah diastolik 90 mm Hg selama studi. Namun American Heart Association mendefinisikan tekanan darah tinggi sebagai tekanan darah sistolik (angka atas) 130mm Hg dan tekanan darah diastolik (angka bawah) 80 mm Hg. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Wanita dengan tekanan darah tinggi dan berencana hamil harus bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan untuk memonitor dan mengelola tekanan darah mereka, terutama selama kehamilan, untuk mengurangi risiko kesehatan serius bagi diri mereka sendiri dan anak mereka yang belum lahir," kata penulis studi utama Cande V. Ananth, Ph.D., MPH, profesor dan kepala Divisi Epidemiologi dan Biostatistik di Departemen Obstetri, Ginekologi dan Ilmu Reproduksi di Sekolah Kedokteran Rutgers Robert Wood Johnson di New Brunswick, New Jersey.
 
Para peneliti mengevaluasi tingkat tekanan darah tinggi kronis pada wanita hamil berusia 15 hingga 49 tahun. Tekanan darah tinggi kronis didefinisikan sebagai memiliki tekanan darah tinggi sebelum hamil atau selama 20 minggu pertama kehamilan. 
 
Dengan menggunakan data dari Survei Discharge Rumah Sakit Nasional Pusat Pengendalian Penyakit (NHDS), ilmuwan menganalisis hampir 151,5 juta rawat inap terkait kelahiran sejak 1970 hingga 2010 dalam  perubahan hipertensi kronis. Beberapa faktor yang dipertimbangkan antara lain usia ibu, tahun kelahiran dan ras.
 
Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa hampir 1 juta (0.63)wanita dalam penelitian mengalami tekanan darah tinggi kronis selama kehamilan mereka.  Angka ini meningkat tajam seiring pertambahan usia dan tahun kelahiran ibu. Pada 1970 hipertensi sebesar  0,11 persen dan menjadi 1,52 persen pada 2010. 
 
"Kami menemukan bahwa ibu yang hamil di usia lebih tua lebih cenderung memiliki hipertensi kronis," kata Ananth. "Karena lebih banyak wanita memilih untuk menunda kehamilan pertama mereka. Usia ibu sangat terkait dengan tekanan darah tinggi kronis, sehingga wanita harus menyadari risiko terkait tekanan darah tinggi selama kehamilan."
 
Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa tekanan darah tinggi kronis selama kehamilan lebih banyak terjadi pada ras kulit hitam daripada wanita hamil dari ras berkulit putih. 
 
"Kami sangat terkejut bahwa peningkatan prevalensi obesitas dan penurunan prevalensi tingkat merokok hampir tidak berdampak pada tren hipertensi kronis selama kehamilan," kata Ananth. Terlepas dari hasil ini, obesitas dan merokok tetap menjadi faktor risiko kuat untuk tekanan darah tinggi.


 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif