Untuk mengetahui gigitan ular tersebut berbisa atau tidak, lihat dari efek pada tubuh. (Foto: Dok. Instagram Ular Indonesia (Sioux Indonesia/Indonesian Snake Foundation)/@ular_indonesia)
Untuk mengetahui gigitan ular tersebut berbisa atau tidak, lihat dari efek pada tubuh. (Foto: Dok. Instagram Ular Indonesia (Sioux Indonesia/Indonesian Snake Foundation)/@ular_indonesia)

Lakukan Ini Jika Digigit Ular

Rona kesehatan ular
Raka Lestari • 31 Desember 2019 13:48
Jakarta: Akhir-akhir ini kasus ular yang masuk ke pemukiman warga cukup banyak. Jika tidak ditangani dengan baik, keberadaan ular-ular tersebut bisa saja mengancam jiwa anggota keluarga. Namun untuk menangani ular yang masuk ke dalam rumah pun tidak boleh sembarangan. 
 
Aji Rachmat, Ketua Sioux Indonesia, Sebuah Yayasan yang rutin memberikan edukasi mengenai ular dan cara penanganan ular menjelaskan, “Ular itu ada di mana-mana. Ular ada di sekitar kita. Dan biasanya jika kita sampai mengganggu mereka, itu karena kita mengganggu habitat mereka.”
 
Ia juga menambahkan bahwa insting ular itu hanya dua, yaitu bersembunyi dan cari makan. “Jadi kalau di suatu tempat ada dua ini, maka ular akan betah berada di situ. Fenomena anak kobra yang akhir-akhir ini banyak masuk ke rumah warga itu memang terjadi karena musim penetasan,” jelasnya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Induk ular kobra sendiri melakukan penetasan telurnya pada sekitar bulan Agustus – September. Dan menurut Aji, ular di sekitar rumah merupakan sesuatu yang bagus. 
 
“Berdasarkan studi yang kami lakukan, ada ular kobra itu pertanda bagus karena merupakan indikator kesehatan ekosistem yang menandakan ada rantai makanan yang berjalan.”
 
Menurut Aji, yang harus dilakukan jika bertemu ular adalah dengan diam. Hal ini karena ular biasanya akan mendeteksi gerakan yang kita lakukan. Sehingga ketika ada ular di sekitar kita, usahakan melakukan gerakan seminimal mungkin sambil mencari bantuan. 
 
Kemudian jika tergigit ular, Ia menyarankan untuk tidak menarik langsung ular dari bagian tubuh yang terkena gigitannya. “Kalau sampai digigit ular, sebaiknya mulut ularnya ditiup karena dengan begitu ular akan melepaskan gigitannya. Jangan sampai ditarik langsung karena hal itu dapat menyebabkan gigi ular menjadi patah, kemudian luka pada bagian tubuh yang digigit akan semakin lebar,” tambahnya. 
 
“Untuk mengetahui gigitan ular tersebut berbisa atau tidak, lihat dari efek pada tubuh. Jika menyebabkan demam atau bengkak, itu merupakan gigitan ular berbisa. Selain itu, pada bagian tubuh yang digigit mengeluarkan darah maka itu merupakan gigitan ular yang tidak berbisa karena gigitan ular yang berbisa akan menyebabkan darah kita menggumpal sehingga tidak akan mengeluarkan darah,” terang Aji saat Sosialisasi Snake Awarness di Hutan Kota Pesanggarahan, Jakarta Selatan, 30 Desember 2019. 
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif