Usahakan ketika minum air, perut sudah terisi oleh asupan makanan (Foto: Pexels)
Usahakan ketika minum air, perut sudah terisi oleh asupan makanan (Foto: Pexels)

Risiko Meminum Air saat Perut Kosong

Rona dehidrasi
Dhaifurrakhman Abas • 12 Agustus 2019 14:19
Jakarta: Kondisi tubuh dehidrasi bisa menghambat kinerja manusia. Sebab tubuh menjadi kelelahan dan daya tahan tubuh bisa menurun.
 
Bahkan menurut sebuah studi 2018 di jurnal Frontiers in Physiology, dehidrasi ringan dapat mengganggu suasana hati seseorang. Dehidrasi juga menyebabkan kurangnya kemampuan untuk berkonsentrasi.
 
Untuk itu, National Academy of Medicine merekomendasikan jumlah moderat dalam mengonsumsi air. Organisasi nirlaba Amerika itu merekomendasikan perempuan dan pria dewasa minum setidaknya 91 hingga 125 ons air setiap hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akan tetapi mengonsumsi air dalam jumlah besar dari pagi hingga malam hari tampaknya bukan cara terbaik untuk memenuhi persyaratan hidrasi tubuh. Hal itu disebut tidak efisien apalagi ketika perut kosong dari asupan makanan.
 
"Jika Anda minum air dan kemudian, dalam dua jam, output urine Anda sangat tinggi dan jernih, itu berarti air tidak bertahan di tubuh," kata David Nieman, seorang profesor kesehatan masyarakat di Appalachian State University, dikutip Time.
 
Nieman mengatakan air biasa memiliki kecenderungan untuk menyelinap melalui sistem pencernaan manusia ketika tidak disertai dengan makanan atau nutrisi. Sehingga air yang dikonsumsi hampir tidak ada manfaatnya.
 
"Tidak ada manfaat dari konsumsi semacam itu. Faktanya, urine jernih adalah tanda overhydration,” katanya.
 
Klinik Cleveland dan beberapa penelitian terbaru mendukung klaim Nieman bahwa minum banyak air bukanlah cara terbaik untuk tetap terhidrasi. Misalnya studi American Journal of Clinical Nutrition yang dilakukan pada 2015.
 
Para peneliti membandingkan efek hidrasi jangka pendek dari lebih dari selusin minuman yang berbeda. Minunan terdiri dari air putih dan minuman olahraga hingga susu, teh, dan bir.
 
"Tujuannya untuk melihat solusi rehidrasi yang diformulasikan khusus," ujar Nieman.
 
Berdasarkan analisis urine yang dikumpulkan dari responden, tim peneliti menyimpulkan bahwa beberapa minuman termasuk susu, teh, dan jus jeruk, jauh lebih melembapkan daripada air putih. Begitu juga minuman olahraga, bir, dan bahkan kopi, sampai batas tertentu.
 
Tapi bukan berarti para peneliti menganjurkan air diganti dengan minuman tersebut untuk pememuhan hidrasi. Para peneliti merekomendasikan untuk mengonsumsi air bersama dengan asam amino, lemak, dan mineral.
 
"Tampaknya ini membantu tubuh mengambil dan mempertahankan lebih banyak H2O. Sehingga tubuh mempertahankan tingkat hidrasi yang lebih baik," ujar Nieman.
 
Lebih lanjut, Nieman mengatakan dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, konsumsi air yang berlebihan bahkan menghilangkan natrium dalam tubuh. Kondisi ini disebut dengan hiponatremia.
 
"Orang yang berolahraga berjam-jam, jika mereka hanya minum air, mereka dapat membuang terlalu banyak natrium dalam urine mereka, yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam kadar natrium tubuh," jelas Nieman.
 
Penelitian yang dilakukan, menurut Nieman, bukan untuk menganjurkan masyarakat mengonsumsi lebih sedikit air atau menukar air dengan minuman lain. Tetapi, agar tubuh tetap terhidrasi secara optimal, akan lebih baik jika mengonsumsi air disertai dengan makanan.
 
“Air baik untuk Anda, tetapi Anda juga bisa tenggelam di dalamnya,” tandas Nieman.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif