Suasana aksi 22 Mei di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, 22 Mei 2019. (Foto: Adam Dwi/MI)
Suasana aksi 22 Mei di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, 22 Mei 2019. (Foto: Adam Dwi/MI)

Tips Menghindari Situasi Chaos

Rona psikologi
Dhaifurrakhman Abas • 24 Mei 2019 18:47
Terperangkap di tengah-tengah kerumunan yang sedang merusuh karena sedang bekerja di daerah tersebut atau kebetulan sedang berbelanja di daerah rusuh, sebaiknya jangan malah menonton aksi tersebut. Segera menjarak dan waspada, karena ada kemungkinan kerumunan saling mengambil barang untuk dilemparkan.
 

 
Jakarta: Banyak cara yang bisa ditempuh untuk menyampaikan pendapat. Salah satunya dengan melakukan upaya berdemonstrasi di muka publik. Aksi demonstrasi sebetulnya tidak dilarang. Di Indonesia, tata caranya diatur Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski tak bisa dipungkiri, sering kali, aksi yang semestinya damai ini dengan cepat berubah menjadi kerusuhan skala penuh. Massa menjadi tidak terkontrol lantaran tertular oleh ajakan ricuh para provokator.
 
Berbagai hal yang ada di lokasi, seperti batu, botol, tong sampah, dan sebagainya menjadi proyektil. Barang-barang dilemparkan ke arah garis polisi yang sedang berjaga.
 
Polisi tentu tidak tinggal diam. Mereka menunggu arahan atasan dan juga sudah punya Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mengambil tindakan. Akibatnya, makna demonstrasipun hancur. Disusul hancurnya etalase, barang dagangan mulai dijarah serta kendaraan dan bangunan yang ikut dibakar.
 
Di lain sisi, warga yang tak terkait sama sekali dengan kerusuhan kerap menjadi korban. Terperangkap di tengah-tengah kerumunan yang sedang merusuh karena sedang bekerja di daerah tersebut atau kebetulan sedang berbelanja di daerah rusuh.
 
Lantas apa yang harus dilakukan jika Anda terperangkap dalam situasi seperti ini? Berikut penjelasannya melansir American Survival Guide Magazine.
 
Tips Menghindari Situasi <i>Chaos</i>
(Terperangkap di tengah-tengah kerumunan yang sedang merusuh karena sedang bekerja di daerah tersebut atau kebetulan sedang berbelanja di daerah rusuh, sebaiknya jangan malah menonton aksi tersebut. Segera menjarak dan waspada. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

1. Pertajam indra

Terkadang ada beberapa peringatan ketika sebuah aksi demonstrasi mulai menjadi rusuh. Misalnya ketika teriakan orang-orang mulai meninggi dan bahasa tubuh orang yang terlibat dalam demonstrasi menjadi lebih agresif.
 
Ketika para pemrotes mulai menentang hambatan polisi, semuanya bisa menjadi tidak terkendali. Segera menjarak dan waspada, karena ada kemungkinan kerumunan saling mengambil barang untuk dilemparkan.

2. Jangan jadi penonton

Hindari godaan untuk menjadi penonton kerusuhan. Apalagi sampai sengaja mendatangi lokasi itu hanya untuk mendapatkan sesuatu yang bisa dibagikan di media sosial.
 
Segera tinggalkan area tersebut selagi Anda masih bisa. Jika Anda memiliki kendaraan yang terparkir di dekat sana, segera pergi meninggalkan lokasi dengan kendaraan tersebut.
 
Namun ketika situasi sudah mulai memanas, jangan pikirkan keselamatan kendaraan Anda. Sebab para perusuh yang sedang emosi tak akan membuka jalan untuk Anda melenggang melewati kerumunan.
 
Bisa-bisa kendaraan Anda akan dikerumuni dan dihancurkan bersama Anda di dalamnya. Dalam situasi itu, Anda lebih baik meninggalkan mobil di belakang dan berjalan kaki.

3. Menyepi

Berlarilah dengan cepat ke tempat yang lebih sepi dan hindari kerumunan. Jangan khawatir jika itu bukan tujuan perjalanan Anda. Yang paling penting sampai dahulu di tempat yang aman. Setelahnya, Anda bisa memikirkan bagaimana caranya Anda bisa kembali pada melalui rute yang paling aman.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif