Menopause merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan pola makan, aktivitas fisik, dan keterampilan manajemen stres. (Foto: Dok MI)
Menopause merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan pola makan, aktivitas fisik, dan keterampilan manajemen stres. (Foto: Dok MI)

5 Tanda Menopause Mulai Datang

Rona menopause
Anda Nurlaila • 01 Agustus 2019 18:12
Masa menopause pada tiap wanita itu berbeda. Biasanya terjadi pada usia 40 hingga 60 tahun. Sementara untuk wanita perokok, mereka akan mengalami menopause lebih cepat.
 
Jakarta: Pada usia pertengahan empat puluh tahunan, wanita mungkin mulai mengalami perubahan dalam menstruasi, hot flash, berkeringat saat malam hari, kesulitan tidur, serta mungkin penurunan dalam hal seksual. Hal ini dapat menunjukkan Anda mulai mulai memasuki masa menopause.
 
Seiring bertambah usia, kesuburan wanita berkurang dan menopause adalah akhir kesuburan seorang wanita. Ovarium tidak lagi mengeluarkan sel telur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perawatan medis tertentu juga dapat menyebabkan menopause. Termasuk operasi pengangkatan ovarium, kemoterapi, dan terapi radiasi panggul. Operasi pengangkatan rahim atau histerektomi tidak menyebabkan menopause, meskipun tidak akan mengalami menstruasi lagi.
 
Masa menopuase pada tiap wanita berbeda. Sebagian dimulai pada usia 40 tahun hingga 60 tahun. Wanita perokok cenderung mengalami menopause lebih cepat daripada yang buka perokok. Anda dipastikan memasuki masa menopause setelah melewatkan menstruasi selama 12 bulan berturut-turut tanpa sebab lain

1. Perimenopause

Menopause alami terjadi bertahap. Indung telur melambat seiring usia yang bertambah. Masa transisi menuju menopause disebut perimenopause. Selama perimenopause, wanita masih mungkin hamil, meskipun waktu menstruasi lebih tidak terduga. Karena saat ini ovarium masih bekerja dan masih dapat berovulasi, meskipun tidak selalu setiap bulan.
 
Seperti dimuat dalam WebMD, ada gejala-gejala menopause yang umum dialami wanita, meskipun intensitasnya dapat bervariasi.

2. Perubahan siklus menstruasi

Mendekati menopause, periode menstruasi berubah, namun bervariasi. Menstruasi bisa lebih pendek atau lama, berat atau ringan dengan pendarahan yang lebih banyak atau lebih sedikit di antara periode. Walaupun normal, konsultasikan dengan dokter jika menstruasi berdekatan, mengalami perdarahan hebat lebih dari seminggu.

3. Hot Flashes

Hot flash adalah perasaan panas singkat yang membuat wajah dan leher memerah, timbulnya bercak merah di dada, punggung, dan lengan. Hot flashes bervariasi dalam intensitas dan biasanya berlangsung antara 30 detik dan 10 menit.
 
Mengenakan baju tipis yang menyerap keringat, menggunakan kipas angin, berolahraga teratur, hindari makanan pedas dan panas, dan mengelola stres dapat membantu Anda mengatasi hot flash.

4. Gangguan Tidur

Hot flash pada malam hari dapat menghambat tidur dan menyebabkan keringat malam. Tidur di tempat yang nyaman, gunakan baju katun tipis, simpan kain lembab untuk mendinginkan diri, dan jauhkan hewan peliharaan karena mereka mengeluarkan panas.

5. Masalah Seks

Menurunnya estrogen menyebabkan kekeringan pada vagina, gatal, dan iritasi, yang dapat membuat hubungan seksual menjadi tidak nyaman atau menyakitkan. Coba gunakan pelumas berbasis air.
 
Jika mengalami gejala menopause yang parah dan mengganggu, bicarakan dengan dokter. Dokter dapat memberi pertimbangan perawatan seperti terapi pengganti hormon, termasuk pil KB dosis rendah jika Anda mengalami perimenopause.
 
Obat-obatan antidepresan, obat tekanan darah, atau obat lain untuk membantu hot flash dan krim estrogen pervaginam. Dokter mungkin juga memberi tips mengatur makan, olahraga, tidur, dan manajemen stres Anda.

6. Tetap sehat saat menopause

Menjalani gaya hidup sehat adalah penting sepanjang hidup wanita. Belum terlambat jika Anda memulainya saat menopause. Lakukan pemeriksaan mencakup pengukuran tekanan darah, kolesterol, dan gula darah.
 
Lakukan juga vaksinasi dan pemeriksaan rutin seperti mammogram dan kepadatan tulang. Menopause merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan pola makan, aktivitas fisik, dan keterampilan manajemen stres.
 
Lawan Faktor U, Tetap Sehat dan Produktif

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif