Ilustrasi--(Foto: istock)
Ilustrasi--(Foto: istock)

Strategi Terapkan Aturan Kesehatan pada Anak

Rona psikologi anak
Anda Nurlaila • 29 Juni 2019 20:07
Sejumlah orangtua kerap kewalahan jika berurusan dengan aturan kesehatan. Berikut beberapa strategi agar anak mau mengikuti aturan kesehatan dan menjadikan rutinitas harian.
 

Jakarta: Orangtua kerap berjuang bila berurusan dengan pengasuhan anak. Bahkan para dokter sering kewalahan menerapkan aturan kesehatan pada anak-anak mereka. 
 
Ada berbagai pertanyaan yang sering dikhawatiran orangtua tentang kesehatan buah hati. Berapa lama anak prasekolah diizinkan menonton? Berapa banyak makanan siap saji yang bisa dinikmati anak setiap minggu? Bagaimana cara membuat anak menyikat gigi secara teratur?  
 
Academy of Pediatrics (AAP) memiliki panduan membesarkan anak-anak. Tapi hampir 80 persen orangtua mengakui kesulitan mengikuti setidaknya satu dari aturan kesehatan di rumah. Parents memberi beberapa strategi agar anak mau mengikuti aturan kesehatan dan menjadikan rutinitas harian: 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aturan menonton televisi dan peggunaan gadget
 
Anak-anak di bawah 18 bulan tidak boleh menatap layar, anak usia 18-24 bulan dapat menonton kurang dari satu jam. Anak 2-5 tahun harus dibatasi penggunaan layar satu jam per hari pada program televisi berkualitas. Bagi anak usia 6 tahun ke atas, berikan batasan yang konsisten, dan pastikan media tidak mengganggu tidur dan aktivitas fisik memadai.
 
Kendalanya adalah layar ada dimana-mana. Selain televisi, ponsel, tablet dan gadget lainnya ada di mana-mana termasuk saat makan malam di restoran. Membatasi waktu menatap layar adalah salah satu yang paling sulit diterapkan.
 
Untuk itu, terapkan ekspektasi sederhana dari awal dan tindak lanjuti dengan konsisten. Bicarakan dengan anak berapa lama, kapan dan di mana mereka dapat menonton atau bermain tablet.
 
Aturan menyikat gigi
 
Anak-anak harus menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride. Sebelum 3 tahun ukuran pasta gigi sebesar butiran beras dan sebutir kacang di atas usia tersebut.  Awasi anak saat menyikat gigi hingga usianya mencapai 8 tahun. American Academy of Pediatric Dentistry menyarankan agar anak-anak menyikat selama dua menit penuh, dua kali sehari.
 
Aktivitas ini sangat mudah dilupakan atau dilewatkan dalam keadaan terburu-buru. Dan banyak anak tidak menyukainya. Sehingga perlu pengawasan ekstra hingga anak menjadikannya rutinitas.
 
Sebanyak 21 persen anak di bawah usia 5 tahun memiliki setidaknya satu gigi berlubang, sementara lebih dari setengah anak sekolah dasar punya gigi berlubang. Kerusakan pada gigi bayi menyebabkan masalah pada akar gigi seiring anak tumbuh. Jadi sangat penting menerapkan aturan sikat gigi yang akan menjadi kebiasaan seumur hidup. 
 
Agar anak mau menyikat gigi teratur, ciptakan kondisi menyenangkan seperti Bunda yang mengaum untuk memberitahu waktunya sikat gigi. Berikan anak sikat gigi dengan bentuk binatang pada gagangnya. Puji balita yang mau membuka mulut saat Bunda menyikat gigi mereka, bahkan jika mereka hanya membuka mulut selama beberapa detik.
 
Aturan gizi untuk anak
 
AAP membatasi asupan permen dan minuman manis bagi anak Asupan harian anak yang direkomendasikan antara lain 1-1,5 cangkir buah, 1- 2,5 cangkir sayuran, dan 2-3 cangkir susu dan olahannya seperti keju dan yogurt. 
 
Pembatasan gula pada anak menurut Asosiasi jantung Amerika adalah kurang dari 6 sendok teh atau 25 gram gula tambahan setiap hari. Ini tidak termasuk gula alami dalam sus, buah, dan kacang dan biji-bijian.
 
Aturan ini sulit karena anak sangat suka makan permen, roti, es krim yang mengandung banyak gula tambahan. Banyak anak menolak makan sayur dan buah karena rasa yang hambar, pahit atau asam. 
 
Membiasakan anak makan makanan sehat cukup sulit, meski telah menyisihkan waktu menyiapkan makanan sehat dan makanan ringan di rumah. Namun jangan memaksa anak menghabiskan makanan atau makan makanan yang tidak mereka sukai. Sebaliknya terapkan tiga gigitan pada anak usia 5-8 tahun.
 
"Anak harus makan setidaknya tiga suap sayuran saat makan," ujar Dokter anak Gupta. Sebagai pengganti kentang goreng, potong apel dalam bentuk memanjang dengan selai stroberi sebagai sausnya. 
 
Aturan olahraga untuk anak
 
Anak pra sekolah setidaknya bermain aktif selama 60 menit setiap hari. Sedangkan pada anak usia 6 tahun ke atas melibatkan aktivitas fisik sedang hingga kuat. 
 
Membuat anak tetap aktif setiap hari sulit karena jam olahraga di sekolah terbatas. Selain itu, waktu menatap layar televisi dan gadget menyita sebagian besar waktu luang anak. 
 
Dorong anak untuk melakukan olahraga tim setelah jam sekolah. Berjalan-jalan bersama keluarga selama 30 menit di taman dan 30 menit bermain di rumah akan membuat anak tetap aktif.  Dokter anak Jamaiya James, mengatakan temukan hal-hal kecil yang menarik perhatian anak dan membuat mereka tetap bergerak seperti menari bersama ayah ibu setelah makan malam. 
 
Aturan tidur untuk anak
 
Aturan AAP menyatakan hingga berusia 1 tahun, bayi harus tidur tertelungkup di permukaan rata tanpa alas. Mereka juga harus berbagi di kamar tidur orang tua selama 6-12 bulan pertama. Hal ini untuk mengurangi risiko kematian bayi mendadak yang tak terduga (SUID) termasuk SIDS, mati lemas di tempat tidur, dan penyebab lain yang tidak diketahui.
 
Hal ini tidak mudah, mengingat bayi baru lahir sering menangis dan orang tua yang kelelahan. Jika bayi sudah diberi makan, ganti baju dan popok bersih, dihangatkan dan digendong namun tidak kunjung berhenti menangis, tidurkan bayi di punggungnya dan tinggalkan selama beberapa menit untuk menenangkan diri. 
 
Sebagian orangtua mengakui tidur bersama bayi mengurangi kemampuan mereka tertidur lelap. Penelitian menemukan bahwa bayi kurang tidur di malam hari dan tidur dengan waktu lebih pendek  saat berada di kamar orang tua setelah usia empat bulan. Yang terpenting bayi tidak berbagi tempat tidur dengan orang tua.
 
Jika balita ingin tidur bersama Anda, ada strategi untuk tidak menjadikan kebiasaan. Katakan pada anak, mereka dapat tidur di kamar orang tua saat sakit, takut atau mereka ingin dekat dengan orangtua.
 
Tapi mereka tidak boleh tidur di ranjang bersama ayah-ibu. Siapkan alas tidur dengan bantal dan selimut di lantai. Mungkin mereka dapat bertahan 1-2 malam, tapi akhirnya akan kembali ke tempat tidurnya yang nyaman.
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(YDH)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif