Para peneliti Inggris melaporkan bahwa banyak pasien yang pulih dari infeksi virus korona baru ini memiliki masalah pendengaran yang masih ada. (Ilustrasi/Pexels)
Para peneliti Inggris melaporkan bahwa banyak pasien yang pulih dari infeksi virus korona baru ini memiliki masalah pendengaran yang masih ada. (Ilustrasi/Pexels)

Efek Lain dari Covid-19, Masalah Pendengaran?

Rona covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 01 Agustus 2020 14:02
Jakarta: Efek setelah covid-19 sangat banyak. Sekarang pun, para peneliti Inggris melaporkan bahwa banyak pasien yang pulih dari infeksi virus korona baru ini memiliki masalah pendengaran yang masih ada.
 
Untuk penelitian ini, 120 pasien Inggris yang dirawat di rumah sakit rujukan covid-19 mengambil bagian dalam survei telepon. Ketika pasien ditanya apakah mereka memiliki perubahan pendengaran, 13 persen mengatakan kondisi mereka itu lebih buruk. Delapan pasien mengatakan pendengaran mereka memburuk dan delapan mengatakan mereka menderita tinitus (telinga berdengung).
 
"Kita sudah tahu bahwa virus seperti campak, gondong dan meningitis dapat menyebabkan gangguan pendengaran, dan coronavirus dapat merusak saraf yang membawa informasi ke dan dari otak," ujar Peneliti Kevin Munro yang juga Profesor Audiologi di Universitas Manchester, dikutip dari WebMD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mungkin saja, secara teori, covid-19 dapat menyebabkan masalah dengan bagian-bagian sistem pendengaran termasuk telinga tengah atau koklea," tambah Munro.
 
Kondisi seperti neuropati pendengaran, masalah pendengaran yakni koklea berfungsi tetapi transmisi di sepanjang saraf pendengaran ke otak terganggu, bisa membuat sulit untuk mendengar suara bising di belakangnya. 
 
Sindrom Guillain-Barre, yang telah dikaitkan dengan covid-19, juga terkait dengan neuropati pendengaran. Tetapi, para peneliti mencatat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menunjukkan dengan tepat bagaimana virus bisa memengaruhi pendengaran.
 
"Meskipun kami cukup percaya diri dalam perbedaan pendengaran yang sudah ada sebelumnya dan perubahan pendengaran dan tinitus, kami memperingatkan agar berhati-hati," tuturnya.
 
Di sisi lain, kata Munro, ada kemungkinan bahwa faktor-faktor selain covid-19 dapat berdampak pada kehilangan pendengaran dan tinnitus yang sudah ada sebelumnya. Kondisi kesehatan pasien pun perlu diperiksa.
 
"Ini termasuk stres dan kecemasan, termasuk penggunaan masker wajah yang membuat komunikasi lebih sulit, obat-obatan yang digunakan untuk mengobati covid-19 yang dapat merusak telinga, atau faktor lain yang terkait dengan sakit kritis," jelasnya.
 

 

(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif