Sebagian orang menjadikan kolam sebagai toilet. (Foto Ilustrasi: Marc Richard/Pexels)
Sebagian orang menjadikan kolam sebagai toilet. (Foto Ilustrasi: Marc Richard/Pexels)

Beberapa Bahaya yang Didapatkan di Kolam Renang

Rona tips kesehatan
Anda Nurlaila • 10 Juli 2019 16:50
Berenang di kolam renang umum berpotensi memiliki beberapa bahaya. Sebab itu merupakan sarang bakteri dan virus, karena adanya penggunaan klorin dan juga kolam renang kerap digunakan orang-orang untuk buang air kecil.
 
Jakarta: Saat cuaca panas, berenang dengan air sejernih kristal terlihat menggiurkan. Namun di balik segarnya berendam dan menyelam di kolam renang umum, ada banyak bahaya mengintai.
 
Pasalnya, kolam renang menyimpan beberapa penyebab gangguan kesehatan. Seperi bakteri, parasit, dan bahan kimia lainnya.

1. Kuman di kolam

Dari wabah yang disebabkan oleh bakteri dan virus, sebanyak 58 persen disebabkan oleh cryptosporidium. Sehingga menghadirkan penyakit diare yang dapat bertahan hingga tiga minggu dalam air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, 13 persen berasal dari pseudomonas, yang menyebabkan ruam bak mandi air panas dan telinga perenang.
 
Sebanyak 16 persen lainnya berasal dari legionella, yang menyebabkan penyakit Legionnaire dan penyakit ringan. Biasanya penyakit ini diikuti dengan gejala mirip flu yang dikenal sebagai Pontiac fever. Bakteri Cryptosporidium sangat tahan terhadap klorin dan sulit dimatikan saat berada di air.
 
"Menelan seteguk air dengan crypto di dalamnya, membuat anak-anak dan orang dewasa yang sehat bisa sakit selama berminggu-minggu akibat diare encer, kram perut, mual, dan muntah," kata kepala Program Renang Sehat CDC Michele Hlavsa seperti dimuat WebMD.

2. Kolam bersih tapi berbahaya

Saat memasuki kolam renang umum, aroma klorin seharusnya menjadi lampu merah bagi siapa saja yang akan berenang. Sebab aroma yang Anda cium bukan air bersih.
 
Direktur senior masalah klorin di American Chemistry Council, Michele Hlavsa, mengatakan kolam renang yang dirawat dengan benar tidak memiliki bau kimia yang kuat. Ketika klorin dalam air bercampur dengan zat-zat seperti kotoran, minyak tubuh, keringat, urine, dan kotoran dari tubuh perenang, bakal menghasilkan iritasi kimia yang disebut kloramin.
 
“Yang menguatkan bau kimia adalah kloramin, bukan klorin dan itu yang menyebabkan mata para perenang tersengat dan memerah,” kata Ostrowski.
 
Aroma kuat air kolam menandakan kolam kotor, sehingga harus diuji kadar klorin dan pH-nya. Kadar kloramin yang mencapai titik di mana Anda bisa menciumnya, dapat mengiritasi mata, kulit, dan hidung.
 
Kuman-kuman seperti kripto, E. coli, dan giardia tersebar di kolam-kolam umum, di mana tingkat klorin dan pH terlalu rendah. Gejala ketiga penyakit tersebut meliputi diare, penurunan berat badan, mual, muntah, dehidrasi, dan kram perut.

3. Jangan buang air kecil di kolam

Masalah lainnya, sebagian orang menjadikan kolam sebagai toilet. Studi para peneliti di University of Alberta pada 2017 telah menguji air di 31 kolam renang dan kolam air panas. Di situ mereka menemukan kadar tinggi kalium pemanis buatan acesulfame potassium dari setiap lokasi.
 
Satu-satunya kesimpulan mereka adalah orang-orang buang air kecil di kolam dan bak air panas dan melepaskan gula lewat air seni. Peneliti menambahkan, urine yang bercampur dengan klorin dan keringat membentuk senyawa beracun.
 
Untuk itu, tidak boleh menambahkan lebih banyak klorin ke dalam air. Air yang diklorinasi secara tidak tepat membuat orang-orang yang berenang berisiko mengalami dermatitis, infeksi kulit, dan ruam. Di sisi lain, kolam air asin juga tidak bebas bahan kimia karena tetap menggunakan klorin.
 
Untuk itu ada beberapa saran agar tetap aman saat mengajak anak dan keluarga ke kolam renang:
 
-Jangan berenang atau membiarkan anak berenang jika sakit diare.
 
-Periksa skor inspeksi kolam renang, hot tub, dan taman bermain air.
 
-Usahakan tidak menelan air.
 
-Ajak anak-anak kecil untuk buang air ke kamar mandi.
 
-Mandi sebelum masuk ke kolam.
 
-Dengarkan suara pompa kolam renang yang berfungsi.
 
-Ganti popok di area ganti popok dan jauhkan dari air.
 
Awas, Bahaya Kencing di Kolam Renang

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif