Perubahan Suasana Hati Bisa Jadi Gelaja Penyakit Mental (Foto: istock)
Perubahan Suasana Hati Bisa Jadi Gelaja Penyakit Mental (Foto: istock)

Perubahan Suasana Hati Bisa Jadi Gejala Penyakit Mental

Rona kesehatan mental
Sunnaholomi Halakrispen • 21 Juli 2019 10:00
Jakarta: Ketika Anda bangun, Anda merasa sedang down atau tidak bersemangat, kemudian Anda bangun lagi. Sepertinya Anda akan menghabiskan hari-hari Anda dengan naik roller coaster.
 
Perubahan mood atau suasana hati ini mungkin normal, selama mereka tidak mengganggu kehidupan Anda atau kehidupan orang-orang di sekitar Anda. Ada banyak hal yang memengaruhinya.
 
Misalnya, karena ritme tubuh, kebanyakan orang merasa ceria dan energik di siang hari. Tetapi, cenderung memiliki perasaan negatif lebih banyak selama sore atau malam hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkadang, perubahan suasana hati adalah gejala dari penyakit mental. Bisa jadi perubahan mood ini menjadi petunjuk bahwa sesuatu yang lain sedang terjadi di tubuh Anda.
 
Perubahan gaya hidup sering kali dapat membantu hal-hal yang ringan. Namun, Anda tak perlu khawatir karena pergeseran suasana hati yang serius yang mengancam kesehatan Anda dapat ditangani oleh profesional medis.
 
Tapi pertama-tama, Anda harus mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya. Karena, ada banyak kemungkinan yang menjadi penyebab perubahan mood itu. Coba perhatikan beberapa di antaranya.
 
1. Stres dan kecemasan
 
Kerepotan sehari-hari dalam beragam aktivitas dan kejutan yang tak terduga, baik yang menyenangkan hati maupun yang tidak, pasti dapat mengubah suasana hati Anda. Ketika Anda sangat sensitif, Anda mungkin bereaksi lebih kuat atau lebih sering dibandingkan orang lain.
 
Kurang tidur pun salah satu lain dari keluhan umum orang yang sedang stres. Sementara itu, beberapa orang merasa gelisah, takut, dan khawatir bahkan ketika mereka menyadari tidak ada alasan yang kuat dari kegelisahan itu.
 
Anda dapat didiagnosis dengan gangguan kecemasan umum jika Anda sulit mengendalikan kekhawatiran Anda selama enam bulan terakhir. Terlebih ketika Anda memiliki gejala tambahan, seperti kesulitan tidur. Apabila sudah parah, hampir mustahil untuk melewati hari demi hari.
 
2. Gangguan bipolar
 
Orang dengan gangguan bipolar memiliki pasang surut yang jauh lebih intens dan lebih tahan lama dibandingkan perubahan suasana hati yang biasa. Sebagai contoh, normal untuk merasa hebat, seperti segalanya berjalan sesuai keinginan Anda dalam satu atau dua hari.
 
Namun, seseorang dengan gangguan bipolar dapat menghabiskan beberapa hari atau minggu yang menguras tenaga. Tanpa henti menjalankan aktivitasnya, seperti berbicara cepat, tidak banyak tidur, atau melakukan hal-hal yang menghabiskan uang.
 
Demikian pula, tidak jarang kesulitan bangun dari tempat tidur untuk pergi ke pekerjaan yang tidak Anda sukai. Tetapi bisa juga sebaliknya, yakni enggan melakukan aktivitas apapun.
 
Seseorang dengan gangguan bipolar bisa tetap di tempat tidur selama empat hari dan kehilangan pekerjaan apapun. Mereka mungkin merasa tidak termotivasi, sedih, atau bahkan bunuh diri.
 
Penyakit mental yang dapat diobati ini memengaruhi 3 persen orang dewasa di Amerika setiap tahun. Data ini dikutip dari WebMD.
 
3. Depresi
 
Seseorang yang depresi mungkin mengalami perubahan suasana hati juga. Mereka akan memiliki posisi terendah, kemudian merasa baik-baik saja, tetapi mereka sulit bersemangat seperti yang dimiliki orang dengan gangguan bipolar.
 
Orang yang depresi mungkin merasa lebih buruk di pagi hari dan menjadi lebih ceria di kemudian hari. Jika Anda sudah merasa sedih, lelah, gelisah, atau putus asa selama lebih dari dua minggu, cobalah untuk menghubungi dokter dan konsultasikan kondisi Anda itu.
 
4. Gangguan kepribadian borderline
 
Ciri khas dari penyakit mental ini adalah perubahan suasana hati yang muncul secara tiba-tiba dan intens. Di antaranya, cemas, menjadi marah, atau tertekan.
 
Seseorang dengan gangguan kepribadian ambang tidak bisa mengatasi kondisi yang membuatnya stres. Mereka mungkin ingin melukai diri sendiri ketika mereka merasa sangat gelisah atau kesal.
 
5. Perubahan hormon
 
Hormon seks terikat dengan emosi Anda, sehingga perubahan kadar hormon Anda dapat menyebabkan perubahan suasana hati. Tidak mengherankan bahwa remaja sering digambarkan sebagai orang yang moody.
 
Untuk wanita, soal PMS, kehamilan, menopause, dan perimenopause, dapat menyebabkan suasana hati yang tidak terduga. Sedangkan, hormon pria cenderung tetap stabil sampai usia 30 tahun, ketika testosteron mulai menurun secara bertahap.
 
Sekitar sepertiga dari pria berusia 75 tahan dan lebih tua memiliki kadar testosteron yang rendah. Itu dapat menyebabkan perubahan suasana hati, bersama dengan disfungsi ereksi, masalah tidur, dan, hot flashes.
 
Perubahan suasana hati sangat bisa menghalangi pekerjaan Anda dan hubungan Anda dengan orang lain. Untuk mengatasinya, konsultasikan kepada dokter atau psikolog.
 
Perubahan sederhana setelah konsultasi dapat membantu Anda menangani perubahan suasana hati yang ringan, tidak nyaman, atau bahkan yang sudah mengganggu hari-hari Anda. Anda juga bisa berlatih dengan mendengarkan musik yang ceria untuk memengaruhi suasana hati Anda.
 
Kemudian, cobalah jalan kaki atau jalan sehat. Ini efektif membantu menghilangkan depresi dan kecemasan, karena aktivitas ini akan memicu tubuh Anda untuk membuat endorfin yang terasa nyaman. Selain itu, salah satu jenis olahraga ini dapat meningkatkan kualitas tidur Anda.
 

 
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif