Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Novrizal Tahar dan Direktur Home Care Unilever Indonesia, Veronica Utami. (Foto: Krispen/Medcom.id)
Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Novrizal Tahar dan Direktur Home Care Unilever Indonesia, Veronica Utami. (Foto: Krispen/Medcom.id)

Mulai Bijak Menggunakan Plastik

Rona kantong plastik
Sunnaholomi Halakrispen • 22 Agustus 2019 10:17
Ada beberapa hal yang dianggap sebagai arus pemikiran besar dalam pengelolaan sampah. Yaitu perilaku dan kebutuhan penunjang.
 
Jakarta: Penyebaran sampah plastik masih menjadi permasalahan besar bagi Indonesia sebagai negara terbesar kedua penghasil limbah plastik. Sebab, penggunaan pastik tidak bisa terlepaskan dari kebiasaan.
 
Upaya pertama yang bisa dilakukan dalam mengurangi sampah plastik ada pada pendekatan pengelolaan sampah. Penekanannya, minim sampah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setidaknya ada tiga hal sebagai arus pemikiran besar dalam pengelolaan sampah, menurut Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Novrizal Tahar.
 
"Persoalan sampah bisa diselesaikan dari perubahan perilaku, kalau bisa yang radikal dengan melakukan pengurangan, pembatasan, dan pencegahan terhadap timbulnya sampah," ujar Novrizal di Arborea Cafe, KLHK, Jakarta Pusat.
 
Gerakan membawa kantong belanja sendiri bisa berpengaruh pada penggunaan kantong plastik sebagai wadah barang belanja. Kemudian, tidak menggunakan sedotan plastik alias memakai sedotan yang mudah terurai atau bisa digunakan berkali-kali.
 
Demikian pula ketika membawa tumbler atau botol minum. Diyakini Novrizal, upaya tersebut merupakan manifestasi dari arus besar pemikiran pengolahan sampah.
 
"Kalau semua orang melakukan itu mungkin enggak banyak persoalan. Jadi kalau ke pasar bawa tempatnya dan pulang enggak menghasilkan sampah. Harusnya yang melakukan konsep ini enggak sedikit, terutama anak-anak milenial, anak muda," paparnya.
 
Sementara itu, tidak bisa dihiraukan bahwa kebutuhan penunjang keseharian masih didominasi oleh produk dengan kemasan plastik. Maka demikian, penanganan yang tepat justru pada cara mengelola sampah plastik tersebut.
 
Salah satu perusahaan atau produsen produk berkemasan plastik, Rinso berupaya lebih bijak dalam penggunaan plastik pada kemasan produknya. Yakni, mendaur ulang sampah plastik karena kini ada logo mengandung konten daur ulang dan Bijak Plastik yang dicantumkan.
 
"Upaya ini dilakukan mulai dari hulu, yaitu saat kami mendesain kemasan produk. Kami menerapkan tiga kerangka kerja, yakni mengurangi plastik, menggunakan plastik yang lebih ramah lingkungan, dan merencanakan model bisnis untuk menghadirkan produk tanpa plastik," imbuh Direktur Home Care Unilever Indonesia, Veronica Utami.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif