NEWSTICKER
Wajarkah Operasi Turunkan Berat Badan pada Remaja? (Foto: gettyimages)
Wajarkah Operasi Turunkan Berat Badan pada Remaja? (Foto: gettyimages)

Wajarkah Operasi Turunkan Berat Badan pada Remaja?

Rona obesitas berat badan
Sunnaholomi Halakrispen • 01 Juni 2019 16:58
Jakarta: Dua puluh tahun yang lalu, operasi untuk menurunkan berat badan pada remaja dianggap sebagai upaya terakhir yang langka dan berisiko, dengan sedikit data tentang apa yang terjadi pada pasien jangka panjang. Bahkan satu dekade yang lalu, sebagian dokter mengatakan tidak akan merekomendasikannya.
 
Saat ini, satu dari 11 remaja yang mengalami obesitas berat badan. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa upaya sedot lemak atau operasi lainnya dapat meningkatkan kesehatan seumur hidup dan bagi beberapa remaja manfaatnya lebih besar dari pada risikonya.
 
"Kami telah menemukan bahwa penurunan berat badan tahan lama dalam jangka panjang untuk sebagian besar remaja dan menjauhkan diri dari tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi," tutur Thomas Inge, MD, selaku Direktur Bedah Bariatrik Remaja di Rumah Sakit Children Colorado di Aurora.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam salah satu studi jangka panjang pertama pada pasien remaja, Inge mengikuti 58 pasien yang menjalani operasi bypass lambung, yang membuat perut lebih kecil. Indeks massa tubuh rata-rata pasien turun dari 59 sebelum operasi menjadi 36 dalam setahun kemudian.
 
Kemudian, pada delapan tahun setelah operasi, kehilangan sekitar 50 kilogram atau 30 persen dari berat badan semula. Jumlah penderita diabetes anjlok dari 16 persen menjadi 2 persen, tingkat kolesterol tinggi turun dari 86 persen menjadi 38 pesen, dan tekanan darah tinggi turun dari 47 persen menjadi 16 persen.
 
"Jika Anda membuat kesalahan dengan mengabaikan masalah berat badan terlebih jika sudah obesitas, terlalu lama, peluangnya mungkin akan sangat jauh," ujar Inge.  
 
Studi lain membandingkan 81 remaja gemuk yang menjalani operasi dengan 80 remaja yang tidak menjalankan operasi. Lima tahun kemudian, mereka yang menjalani operasi mempertahankan sepertiga dari berat aslinya, sementara mereka yang tidak operasi justru bertambah berat badannya.
 
Sementara itu, American Society for Metabolic and Bariatric Surgery telah memperbarui pedomannya untuk kaum muda, menyatakan bahwa operasi merupakan perawatan yang aman dan efektif serta mendesak dokter untuk mengatasi stigma negatifnya.
 
Inge mengatakan, operasi hanya untuk kasus yang parah. Ada risiko umum termasuk hernia, obstruksi usus, batu kandung empedu, dan kekurangan nutrisi.
 
Dia merekomendasikannya hanya untuk remaja dengan berat badan 107 kilogram dengan memiliki tinggi badan 122 sentimeter. Kemudian, untuk mereka para remaja yang telah didiagnosis memiliki diabetes, penyakit hati berlemak non-alkohol, atau sleep apnea.
 
Inge menyarankan pasien baru untuk mencoba perubahan gaya hidup dan obat-obatan selama enam bulan sebelum melakukan operasi. Remaja yang melakukannya pun hasilnya sering kali akan mengubah hidupnya.
 
"Mereka melaporkan, lebih sedikit rasa sakit pada persendian, merasa lebih vital, semangatnya meningkat, dan mereka memperoleh kemampuan untuk mencapai tujuan hidup sederhana yang kita semua anggap remeh. Ini benar-benar metamorfosis," pungkas Inge.
 
 
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif