Studi: Tingkat Asupan Natrium Tinggi Pengaruhi Risiko Kematian
Sebuah studi menunjukkan bahwa cara yang tidak akurat dalam memerkirakan asupan natrium dapat membantu menjelaskan temuan paradoksal lainnya. (Foto: Averie Woodard/Unsplash.com)
Jakarta: Sebuah studi menunjukkan bahwa cara yang tidak akurat dalam memerkirakan asupan natrium dapat membantu menjelaskan temuan paradoksal lainnya.

Nancy Cook, seorang peneliti dalam topik tersebut mengatakan bahwa sodium terkenal sulit diukur.

"Anda sering tidak tahu berapa banyak yang Anda makan, yang membuatnya sulit untuk memperkirakan berapa banyak yang telah dikonsumsi seseorang dari kuesioner diet. Ekskresi natrium adalah ukuran terbaik, tetapi ada banyak cara untuk mengumpulkannya. Dalam pekerjaan kami, kami menggunakan beberapa langkah untuk mendapatkan gambar yang lebih akurat," terangnya. 


Asupan natrium dapat diukur menggunakan tes noda untuk menentukan berapa banyak garam yang telah diekskresikan dalam sampel urin seseorang.


(Sebuah studi menunjukkan bahwa cara yang tidak akurat dalam memerkirakan asupan natrium dapat membantu menjelaskan temuan paradoksal lainnya. Foto: Jasmin Schreiber/Unsplash.com)

(Baca juga: Ini Bahayanya Terlalu Sering Santap Daging Olahan)

Namun, kadar natrium dalam urin dapat berfluktuasi sepanjang hari sehingga ukuran yang akurat dari asupan natrium seseorang pada hari tertentu membutuhkan sampel 24 jam penuh.

Selain itu, konsumsi natrium dapat berubah setiap hari. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mendapatkan gambaran lengkap asupan natrium adalah mengambil sampel pada beberapa hari.

Para peneliti mengukur asupan natrium dengan berbagai cara, termasuk perkiraan berdasarkan formula itu serta yang didasarkan pada metode standar emas, yang menggunakan rata-rata dari sampel urin ganda yang tidak berurutan

Penelitian tersebut melibatkan 3.000 partisipan dengan pra-hipertensi dalam Trials of Hypertension Prevention. Metode tersebut menunjukkan hubungan linear langsung antara peningkatan asupan natrium dan peningkatan risiko kematian.






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id