Lupus, Penyakit 'Seribu Wajah' yang Patut Diwaspadai
Massa yang tergabung dalam Yayasan Lupus Indonesia melakukan kampanye peringatan Hari Lupus Sedunia di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. (Foto: MI/Immanuel Antonius)
Jakarta: Menjelang Hari Lupus Sedunia yang jatuh setiap 10 Mei menjadi momen bagi semua orang untuk sadar akan bahaya lupus yang bisa mengintai siapa saja. Bukan cuma mereka yang sudah dewasa dan lanjut usia, anak-anak di bawah usia 10 tahun pun punya potensi terkena lupus.

Penyakit lupus merupakan penyakit autoimun kronis yang berarti sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi melindungi justru balik menyerang tubuh.

Faktanya, jumlah penderita lupus atau dikenal juga dengan penyakit seribu wajah cukup besar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah penderita lupus di seluruh dunia mencapai 5 juta orang dan mayoritas merupakan perempuan usia produktif. 


Di Indonesia sendiri, penderita lupus diperkirakan sekitar 1,5 juta orang dan hanya satu persen atau 15 ribu penderita yang menyadari bahwa mereka menderita lupus.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Zubairi Djoerban mengatakan lupus pada dasarnya bisa menyerupai banyak penyakit lain dan bisa datang dari mana saja salah satunya paparan sinar ultraviolet matahari dan sedikit faktor dari genetik. 

"Penderita atau pasien gejalanya mulai dari gejala sendi, kulit, gejala neurologi, kelainan darah, dan itu satu kombinasi dengan kelainan imunologi," kata Zubairi, dalam Selamat Pagi Indonesia, Rabu, 9 Mei 2018.

Zubairi mengungkap hampir semua jenis penyakit autoimun terutama lupus ditemukan di Indonesia. Ada yang gejala utamanya kelainan darah akibat kadar trombosit, hemoglobin, atau leukosit yang rendah. Ada pula yang sampai mengalami kegagalan organ seperti ginjal, jantung, paru-paru bahkan kelainan pada otak.

Ia menyebut penderita lupus 90 persen dialami oleh perempuan usia produktif sedangkan sisanya diderita oleh laki-laki. Sampai saat ini tidak ada penyebab tunggal yang menyebabkan seseorang terkena lupus.

Yang pasti, kata Zubairi, lupus bukan penyakit menular karena bukan disebabkan infeksi virus atau bakteri. Penderitanya pun mulai dari anak-anak hingga di atas 70 tahun dan mayoritas didominasi oleh orang berusia 15-40 tahun.

Dia menambahkan jika ada seseorang yang mengalami sakit lebih dari dua minggu ditambah dengan adanya gejala di persendian, demam berkepanjangan, sariawan, rambut rontok, pipi merah, silau berlebihan saat terkena matahari, atau ada kelainan dalam darah patut dicurigai sebagai penyakit autoimun.

"Hampir semuanya bisa diobati dengan methylprednisolone namun kalau sudah terkena organ vital perlu ada penanganan yang lebih serius," jelas dia.





(MEL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360