Teknik pernapasan dalam bisa membantu fungsi paru-paru pasien namun tidak menyembuhkan. (Foto: Ilustrasi Unsplash)
Teknik pernapasan dalam bisa membantu fungsi paru-paru pasien namun tidak menyembuhkan. (Foto: Ilustrasi Unsplash)

Teknik Pernapasan Dalam Membantu Kerja Paru-paru

Rona Virus Korona kesehatan paru-paru covid-19 penyakit saluran pernapasan
Kumara Anggita • 27 April 2020 15:10
Jakarta: Napas dalam adalah salah satu teknik yang direkomendasikan untuk orang yang paru-parunya terinfeksi karena covid-19. Teknik ini bisa membantu fungsi paru-paru pasien namun tidak menyembuhkan.
 
Dilansir Huffpost, Vandana Patel, seorang ahli paru-paru bersertifikat di Bon Secours Mercy Medical Group di Portsmouth, Virginia coba menjelaskan. Menurutnya, ketika paru-paru dalam keadaan meradang (dari covid-19 atau penyakit lain), maka beberapa kantong udara yang tugasnya menukar oksigen dan karbondioksida, jadi harus menukar cairan atau zat-zat lainnya.
 
"Daerah ini sekarang kurang berfungsi untuk pekerjaan pertukaran gas. Namun teknik penapasan dalam ini bisa membantu mendorong udara ke paru-paru," kata Patel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saat Anda menahan napas di bagian akhir, Anda sudah membuka kantung udara dan telah meningkatkan area permukaan untuk pertukaran gas di dalam paru-paru Anda,” sambungnya.
 
Walaupun bisa membantu kerja paru-paru bahkan untuk mereka yang sedang sangat sakit di rumah sakit, Nikita Desai, seorang ahli paru di Cleveland Clinic mengingatkan kembali bahwa teknik ini tak mampu menyembuhkan.
 
“Dengan penyakit ini, ada perasaan semua orang tidak memiliki kendali atas situasi ini," kata Desai.
 
“Jika orang ingin melakukan ini dan itu membuat mereka merasa lebih baik, hebat. Tapi itu tidak akan mencegah Anda dari covid-19 dan itu tidak akan selalu membantu Anda pulih. Sama seperti ventilator juga tidak harus menyembuhkan pasien virus korona),” ujarnya.

Cara lain meringankan gejala virus korona di rumah

Desai tidak menentang teknik ini, namun dia mengingatkan bahwa kenyamanan adalah hal yang utama. Bila Anda merasa lebih baik maka lakukanlah, jika tidak, tinggalkanlah.
 
"Jika napas dalam-dalam membuat Anda pusing, maka itu terlalu berlebihan," katanya.

Kurangi kecemasan

Desai juga menganjurkan Anda agar melakukan perawatan diri untuk mengurangi kecemasan. Kecemasan itu hanya akan memperburuk perasaan bahwa Anda tidak bisa bernapas. Latihan pernapasan dalam dapat membantu mengatasi hal itu.

Beristirahat dan minum banyak air

“Selain itu, pastikan untuk beristirahat dan minum banyak cairan.  Bahkan mandi air hangat atau memiliki pelembab di dekatnya dapat membantu mengatasi gejala,” jelas Patel.

Minum obat yang tepat

Patel juga menganjurkan Anda untuk minum obat nyeri asetaminofen atau perda batik. Pastikan untuk menjadi pembaca label ketika Anda minum obat secara bebas. Jangan lupa bahwa obat penekan batuk dan pilek dan sinus dapat mengandung asetaminofen juga.
 
"Dalam sebagian besar dosis, Anda mungkin menggunakan acetaminophen, Anda akan baik-baik saja. Tetapi jika Anda melakukannya ditambah obat flu dengan acetaminophen, Anda bisa overdosis atau membahayakan,” kata Desai.

Terus terhubung dengan dokter

Jika Anda khawatir tentang dosis obat, hubungi dokter perawatan primer Anda atau apoteker untuk mendapatkan panduan. Dan secara umum, berhubungan dengan dokter dalam masa-masa seperti ini adalah hal yang baik agar Anda terus terpantau.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif