Dilansir dari The Healthy, berikut ini adalah beberapa cara untuk memanggang yang lebih sehat:
Buang bagian yang terbakar
Mengonsumsi daging yang hangus pada proses pemanggangan atau pembakaran dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Daging yang hangus tersebut dapat menghasilkan HCA (heterocyclic amines) dan PAH (polycyclic aromatic hydrocarbons), menurut National Cancer Institute. “HCA terbentuk dalam daging sementara PAH ditemukan dalam asap dan dapat menempel pada permukaan daging. Penelitian menunjukkan bahwa kedua senyawa tersebut dapat mengubah DNA yang dapat meningkatkan risiko kanker,” kata Swanner.Sering membolak balik makanan yang dipanggang
“Dengan sering membolak-balikkan daging yang sedang dipangggang dapat mencegah asap langsung terkena daging,” kata Swanner. Dengan begitu, dapat mengurangi pembentukan PAH yang terjadi ketika lemak dan cairan dari daging menetes ke api. Senyawa ini juga ditemukan dalam asap rokok dan asap knalpot mobil.Lakukan marinasi sebelum memanggang
Marinasi dapat berfungsi sebagai penghalang antara makanan dan karsinogen. “Ini merupakan tahapa yang penting,” kata Swanner. “Studi menemukan bahwa melakukan marinasi pada daging 30 menit sebelum memanggannya akan mencegah terbentuknya senyaw HCA,”katanya. Anda bisa menggunakan minyak,cuka, air lemon dan rempah-rempah untuk dijadikan bahan marinasi, saran Swanner.Jangan terlalu lama memanggang makanan
Memanggang daging dalam waktu yang terlalu lama juga dapat menyebabkan pembentukan karsiongen karena Anda membiarkan makanan terkena asap dan api dalam waktu lama. “Dengan mengurangi lama waktu pemabggangan, dapat mengurangi pembentukan PAH. Ini juga berlaku pada saat Anda memanaskan kembali daging di microwave,” ujar Swanner.Hindari daging yang diproses
Jenis daging olahan seperti sosis dan bakso mungkin terlihat lezat jika dipanggan, tetapi makanan ini tergolong dalam karsinogen. Menurut International Agency for Research on Cancer, menambahkan 50 gram daging olahan dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal sebanyak 18 persen.Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(YDH)
