Seseorang dengan Alzheimer tidak lagi mengenali kerabat mereka dan sepenuhnya bergantung pada bantuan. (Foto: Pexels.com)
Seseorang dengan Alzheimer tidak lagi mengenali kerabat mereka dan sepenuhnya bergantung pada bantuan. (Foto: Pexels.com)

Perbedaan Penyakit Alzheimer dan Demensia

Rona alzheimer demensia
Torie Natalova • 22 April 2019 10:00
Alzheimer adalah penurunan kemampuan fungsi otak yang menyebabkan masalah dengan ingatan, pemikiran serta perilaku. Sedangkan demensia adalah penurunan kemampuan fungsi otak, seperti berkurangnya daya ingat, dan dapat mengganggu kegiatan kehidupan sehari-hari.
 

 
Jakarta:
Demensia dan Alzheimer adalah dua istilah untuk masalah ingatan yang banyak dikenal. Memang benar bahwa ada gejala demensia pada Alzheimer, namun tidak semua tahu apa sebenarnya demensia dan Alzheimer, serta perbedaan antara keduanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Demensia adalah hilangnya fungsi kognitif termasuk berpikir, mengingat dan bernalar. Demensia juga mencakup hilangnya kemampuan perilaku tertentu sedemikian rupa sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari dan kegiatan seseorang. 
 
Fungsi-fungsi tersebut seperti ingatan, keterampilan bahasa, persepsi visual, pemecahan masalah, manajemen diri dan kemampuan untuk fokus serta memperhatikan. 
 
Fungsi penting lainnya yang dipengaruhi oleh demensia adalah perencanaan dan pelaksaan tugas pemikiran abstrak, regulasi emosional dan resistensi terhadap kelelahan.
 
Seringkali, orang dengan demensia tidak dapat lagi mengendalikan emosi dan kepribadian mereka sering berubah sehingga terlihat menjadi orang yang berbeda.
 
Demensia memiliki tingkat keparahan mulai dari tahap paling ringan yaitu ketika baru mulai memengaruhi fungsi seseorang, hingga tahap parah ketika orang tersebut harus bergantung sepenuhnya pada orang lain untuk menjalai aktivitas hari-harinya.
 
(Baca juga: Studi Menemukan Hubungan Antara Penyakit Jantung dengan Alzheimer)
 
Perbedaan Penyakit Alzheimer dan Demensia
(Perkembangan penyakit Alzheimer di tahap pertama dimulai dengan penurunan ketahanan terhadap kelelahan dan kemampuan beradaptasi dalam aktivitas tertentu. Foto: Pexels.com)
 
Ada beberapa kemungkinan penyebab demensia di antaranya adalah Alzheimer, penyakit pembuluh darah dan penyakit lain dari sistem saraf pusat. Demensia muncul terutama pada orang tua, namun spesialis mengatakan demensia juga dapat memengaruhi orang-orang dari segala usia.

Alzheimer 

Alzheimer adalah jenis lain dari demensia, yang ditandai dengan hilangnya neuron. Akibatnya, ini menghilangkan sinaptik yang mengacu pada hubungan antara dua neuron. Selain itu, berbagai zat seperti bahan amiloid menempel di jaringan saraf ketika seseorang menderita Alzheimer.
 
Alzheimer adalah tipe demensia kortikal yang memengaruhi korteks atau materi abu-abu di otak. Fungsi yang dikendalikan oleh korteks ini seperti penilaian, ingatan, bahasa, perhatian dan konsentrasi. 
 
Perkembangan penyakit Alzheimer di tahap pertama dimulai dengan penurunan ketahanan terhadap kelelahan dan kemampuan beradaptasi dalam aktivitas tertentu, kemudian kelupaan kecil yang muncul bersamaan dengan kekhawatiran dan kecemasan. 
 
Di tahap akhir, seseorang dengan Alzheimer tidak lagi mengenali kerabat mereka dan sepenuhnya bergantung pada bantuan. 
 
Demensia Alzheimer cenderung lebih banyak menyerang wanita daripada pria. Namun, demensia lebih banyak memengaruhi pria jika penyebabnya adalah masalah di pembuluh darah. 
 
Alzheimer adalah penyakit yang berkembang perlahan, namun demensia dapat bervolusi secara bertahap jika memang mengembangkan Alzheimer.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif