Menurut ahli, antara 4 – 6 persen pengobatan untuk penyakit Kawasaki akan mengembangkan aneurisma arteri koroner, suatu kondisi yang memengaruhi arteri di sekitar jantung. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Menurut ahli, antara 4 – 6 persen pengobatan untuk penyakit Kawasaki akan mengembangkan aneurisma arteri koroner, suatu kondisi yang memengaruhi arteri di sekitar jantung. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Penyakit Kawasaki dan Gejalanya pada Anak-anak

Rona penyakit kawasaki aneurisma arteri koroner
Raka Lestari • 22 Mei 2020 10:00
Jakarta: Penyakit Kawasaki atau yang juga dikenal sebagai sindrom kelenjar getah bening mukokutan, adalah peradangan pada pembuluh darah yang paling umum pada anak-anak. Sekitar 75 persen dari kasus penyakit Kawasaki terjadi pada anak-anak di bawah lima tahun.
 
“Dengan perawatan, sebagian besar anak-anak dengan penyakit Kawasaki dapat pulih sepenuhnya,” kata Daniel S. Ganjian, MD, seorang dokter anak di Providence Saint John's Health Center. 
 
Meskipun demikian, diantara anak-anak yang mendapatkan pengobatan untuk penyakit Kawasaki ini sekitar 4 – 6 persen akan mengembangkan aneurisma arteri koroner, suatu kondisi yang memengaruhi arteri di sekitar jantung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Banyak dari aneurisma ini sembuh sendiri dalam waktu dua tahun. Dalam kasus yang jarang terjadi, komplikasi jantung dari penyakit Kawasaki dapat menyebabkan penyakit jantung seumur hidup atau kematian mendadak.
 
Menurut Sylvia Owusu-Ansah, MD, seorang dokter anak di Children's Hospital of Pittsburgh, gejala penyakit Kawasaki berkembang secara bertahap. Dan berikut ini adalah tahapannya:

1. Tahap awal 

Penyakit Kawasaki pada tahap awal biasanya berlangsung pada minggu 1 -2 dan gejalanya adalah seperti berikut:
 
- Demam tinggi (antara 37 dan 40 derajat Celsius) yang berlangsung selama lima hari atau lebih
- Ruam pada pinggang
- Mata merah dan “lidah stroberi” yaitu lidah yang menjadi berwarna merah cerah
- Tangan bengkak dan pembengkakan kelenjar getah bening
- Ketidaknyamanan di mulut, tenggorokan atau perut

2. Tahap lanjut 

Pada tahap selanjutnya, biasanya berlangsung pada minggu kedua sampai keenam setelah demam terjadi dengan gejala seperti berikut:
 
- Nyeri sendi
- Sakit pada perut
- Diare
- Muntah
- Kulit tangan atau kaki yang mengelupas
 
“Sampai saat ini belum ada tes khusus untuk penyakit Kawasaki, sehingga diagnosis terhadap penyakit ini didasarkan pada gejala anak dan pemeriksaan fisik termasuk tanda peradangan di seluruh tubuh,” kata Dr Ganjian.
 
Selain itu, gejala awal penyakit ini seperti demam dan ruam mirip seperti penyakit lainnya. Untuk itu, Dr Ganjian merekomendasikan untuk memeriksakan ke rumah sakit atau dokter anak terpercaya jika Anda khawatir dengan kondisi anak Anda.
 
Jika demam telah berlangsung selama lima hari, atau anak memiliki gejala seperti merah, bibir pecah-pecah dan lidah stroberi atau mata merah sebaiknya segera periksa ke dokter.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif