Masker bedah menghadirkan limbah medis yang bisa jadi media penularan covid-19. (Foto: Pexels)
Masker bedah menghadirkan limbah medis yang bisa jadi media penularan covid-19. (Foto: Pexels)

Cara Membuang Masker dan Sarung Tangan secara Tepat

Rona peduli lingkungan
Raka Lestari • 25 Juni 2020 10:10
Jakarta: Penggunaan masker dan sarung tangan semakin meningkat dan bahkan menjadi gaya hidup baru saat pandemi covid-19. Seperti masker kain, yang memang memiliki keunggulan bisa dipakai berulang kali.
 
Tetapi bagaimana dengan penggunaan masker bedah yang hanya sekali pakai, atau sarung tangan? Kita harus memikirkan kemana dua benda itu dibuang secara tepat ketika sudah tidak digunakan.
 
“Kita kerap melihat orang yang membuang masker dan sarung tangan begitu saja di trotoar dan di tempat parkir sesaat sebelum mereka masuk ke dalam mobil,” ujar Jennifer Brandon, PhD, peneliti di Scripps Institute of Oceanography, UC San Diego.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini tidak hanya membuat kotor, tetapi juga menimbulkan masalah. Terutama ketika masker dan sarung tangan tersebut hanyut ke saluran pembuangan dan berpotensi berakhir di laut, sungai, bahkan danau. Sebab virus dan bakteri bisa menyebar dari masker dan sarung tangan yang tidak dibuang secara tepat tersebut.
 
“Jika ada tempat sampah, Anda bisa membuangnya langsung ke tempat sampah,” ujar Brandon.
 
Akan tetapi jika tidak ada tempat sampah di sekitar Anda, Brandon menyarankan untuk menyimpannya terlebih dahulu di dalam tas atau mobil selama 24 jam. Sampai virus yang mungkin ada di masker dan sarung tangan mati.
 
Membuang masker dan sarung tangan sembarangan juga bisa berdampak pada lingkungan. Menurut Brandon, hal ini bisa menjadi masalah karena masker bisa terlihat mirip seperti ubur-ubur.
 
“Ubur-ubur merupakan makanan utama dari penyu, tuna, ikan pedang, dan hiu. Dan hewan-hewan tersebut bisa menganggap masker yang ada di lautan sebagai ubur-ubur dan memakannya,” ujar Brandon.
 
“Dan ketika penyu atau hewan laut lainnya memakan masker yang mengambang di lautan, bisa menyebabkan masalah pencernaan dan bahkan bisa menyebabkan kematian pada hewan-hewan laut tersebut,” ujar Brandon.
 
Masker yang menjadi sampah di lautan juga bisa menjerat hewan-hewan laut atau bisa juga dimakan oleh anjing laut, berang-berang, dan singa laut. Sedangkan sarung tangan lateks yang dibuang sembarangan juga bisa merusak lingkungan.
 
“Warna sarung tangan yang cerah seperti ikan di laut, bisa menarik burung untuk memakannya. Seiring waktu, itu akan menjadi masalah yang lebih besar ketika sarung tangan dan masker terurai menjadi potongan-potongan kecil, yang pada akhirnya dimakan oleh hewan-hewan yang lebih kecil,” tutup Brandon.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif