Ilustrasi--Pexels
Ilustrasi--Pexels

Kesalahan Umum yang Dilakukan pada Pertolongan Pertama

Rona pertolongan dari cedera jatuh
Anda Nurlaila • 15 Agustus 2019 09:11
Banyak kesalahan yang terjadi saat memberi pertolongan pertama. Hal itu menyebabkan kondisi luka menjadi lebih buruk.
 

Jakarta: Kecelakaan yang menyebabkan cidera dapat terjadi di mana saja. Pertolongan pertama bertujuan membantu menyelamatkan korban atau menghindari pendarahan lebih lanjut atau luka memburuk sebelum ada pertolongan medis.
 
Namun, banyak kesalahan yang terjadi saat memberi pertolongan pertama. Mulai dari hal yang tidak boleh dilakukan saat mimisan, hingga hal yang membuat luka bakar memburuk. Berikut beberapa kesalahan pertolongan pertama harus dihindari, seperti dimuat dalam Readers Digest.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mendongakkan kepala ke belakang saat mimisan
 
Jangan pernah melakukan ini karena membuat darah mengalir ke bagian belakang tenggorokan.  Selain tidak akan menghentikan darah, gerakan ini dapat menyebabkan Anda muntah darah.
 
Sebagai gantinya, condongkan tubuh ke depan dan jepit ujung hidung. Sebagian besar mimisan yang umum dipicu alergi atau cuaca kering berhenti dalam 10 menit. Jika darah terus mengalir, sumbat dengan tampon dan segera ke IGD.
 
Menaruh mentega, es, atau pasta gigi di atas luka bakar
 
Nasihat kuno ini buruk, sebab dapat menahan panas di dalam luka bakar dan memperburuk keadaan. Membekukan jaringan dengan es juga tidak membantu, tambahnya. Jika luka bakar, pertolongan pertama bertujuan mengembalikan ke suhu normal dan es membuat kulit terlalu dingin.
 
Sebagai gantinya, letakkan luka bakar di air mengalir dengan suhu normal selama beberapa menit, Johns merekomendasikan. Tutupi dengan kain kering yang bersih seperti kasa dan dan dapatkan perawatan medis.
 
Memindahkan orang yang terluka parah
 
Jika berada di tempat kecelakaan parah seperti kecelakaan mobil atau cedera olahraga, Anda mungkin mencoba menggerakkan orang yang cidera untuk memastikan keadaannya. Jangan lakukan, karena mereka dapat mengalami cidera tulang belakang yang menyebabkan kerusakan neurologis permanen atau kelumpuhan.
 
Memindahkan pasien seperti ini adalah jika ada ancaman bahaya seperti kebakaran, ledakan, atau bangunan yang runtuh. Sebaiknya cepat hubungi rumah sakit untuk memberi pertolongan di tempat atau segera membawa pasien ke pusat layanan medis.  
 
Meludahi luka untuk membersihkannya
 
Meski pernah mendengar bahwa air liur membasuh kuman? Yang terjadi adalah kebalikannya. Mulut penuh koloni bakteri yang berpotensi bahaya dan dapat menyebabkan infeksi pada luka. Dokter kedaruratan di Lenox Hill Hospital di New York Robert Glatter mengatakan hal lain yang dihindari adalah mencuci luka di aliran atau sungai, yang menginfeksi luka.
 
Sebaiknya bersihkan luka dengan air keran atau air garam steril. Sediakan garam steril di kotak P3K saat bepergian untuk mengantisipasi cidera tidak terduga.
 
Memberikan Benadryl untuk reaksi alergi parah
 
Kesalahan ini dapat mengakibatkan kematian. Benadryl membutuhkan waktu 30-60 menit untuk bekerja dan itu terlalu lama bagi seseorang yang mengalami syok anafilaksis, keadaan darurat yang mengancam jiwa dan intervensi dengan epinefrin harus segera terjadi.
 
Sebuah penelitian terbaru tentang anafilaksis menemukan bahwa terlalu banyak perawat dan petugas kesehatan tidak memberikan epinefrin. Penelitian lain telah menemukan hubungan antara epinefrin yang tertunda dan kematian.
 
Sebagai gantinya adalah segera berikan epinefrin. Jika ragu, perhatikan apakah ada mengi atau sesak napas, pembengkakan bibir atau di sekitar mata, atau gatal-gatal yang berkembang pesat, maka sangat penting untuk tidak menunggu untuk memberikan epinefrin dan langsung menuju layanan medis darurat.
 
Selalu bawa dua bungkus EpiPen atau Auvi-Q untuk segera digunakan jika memiliki satu gejala atau bahkan kontak dengan alergen.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif