NEWSTICKER
Berikut ini adalah tahapan penyakit sifilis. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Berikut ini adalah tahapan penyakit sifilis. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Tahapan-tahapan Penyakit Sifilis

Rona tahapan penyakit sifilis
Raka Lestari • 12 Februari 2020 18:30
Jakarta: Sifilis atau Raja singa adalah salah satu jenis Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum. Penyebaran penyakit sifilis pada umumnya adalah melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi.
 
Penyebaran juga bisa terjadi melalui kontak fisik dengan luka yang ada pada penderita dan pada orang yang sering bergonta ganti pasangan seksual.  
 
Dr. dr. Wresti Indriatmi, SpKK (K), M. Epid, dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSCM menyatakan pentingnya untuk meningkatkan awareness terhadap penyakit sifilis.

Sifilis tergantung pada stadiumnya

“Sifilis merupakan penyakit sistemik yang gejalanya tergantung pada stadium penyakitnya. Jika tidak segera diobati, penyakit berkembang dalam stadium dengan gambaran klinis yang bervariasi dan tidak khas, kemudian bisa menjadi komplikasi serius. Jika diobati, komplikasi akan berkurang,” jelas dr Wresti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dr. Wresti menjelaskan terdapat empat tahapan stadium atau tingkatan sifilis yaitu sifilis primer, sifilis sekunder, sifilis laten, dan sifilis tersier.
 
Tahapan-tahapan Penyakit Sifilis
(Dr. dr. Wresti Indriatmi, SpKK (K), M. Epid, dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSCM. Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)
 
“Pada Sifilis primer, bakteri memperbanyak diri pada tempat inokulasi dan membentuk chancre (lesi pada kulit yang keras, tidak gatal, biasanya berdiameter sekitar 1-2cm),” ujar dr. Wresti pada acara Seminar Media Mengenai Penyakit Sifilis, di kawasan Jakarta Pusat, Rabu, 12 Februari 2020.
 
“Pada sifilis sekunder, sifilis menyebar ke kelenjar getah bening setempat, kemudian ke pembuluh darah. Pada sifilis laten, sifilis sudah mulai mengenai banyak organ tubuh,” ujar dr. Wresti.
 
“Hingga akhirnya pada sifilis tersier, terjadi infeksi/inflamasi pembuluh darah dalam susunan saraf pusat dan sistem kardiovaskular atay membentuk lesi gumma. Jika infeksi tidak diobati akan merusak organ-organ tubuh seperti kebutaan, jantung, otak, saraf, pembuluh darah, tulang, kelumpuhan, demensia, tuli, impotensi, hati, bahkan kematian.”

Gejala awal sifilis

Gejala sifilis diawali dengan munculnya luka yang tidak terasa sakit di area kelamin, mulut, atau dubur. Luka pada area kelamin yang menjadi gejala sifilis sering kali tidak terlihat dan tidak terasa sakit sehingga tidak disadari oleh penderita.
 
Pada wanita hamil, infeksi juga berbahaya karena dapat menyebabkan kondisi janin tidak normal bahkan kematian bayi. Oleh karena itu, semakin dini diagnosisi dan pengobatannya maka semakin mudah sifilis bisa disembuhkan. 
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif