Faktanya, nada sedih didengarkan oleh 790 pendengar, dibandingkan pendengar musik tenang sebanyak 515 orang dan musik bahagia 175 orang. (Foto: Siddharth Bhogra/Unsplash.com)
Faktanya, nada sedih didengarkan oleh 790 pendengar, dibandingkan pendengar musik tenang sebanyak 515 orang dan musik bahagia 175 orang. (Foto: Siddharth Bhogra/Unsplash.com)

Ini Alasan Mengapa Anda Senang Mendengarkan Lagu Berulang

Rona psikologi
Sri Yanti Nainggolan • 16 Maret 2018 13:04
Jakarta: Mendengarkan satu lagu secara berulang adalah kebiasaan yang wajar. Namun, mengapa kita melakukan hal tersebut?
 
Para peneliti dari University of Michigan mewawancara 2.040 pria dan wanita berusia di bawah 30 tahun tentang musik yang paling sering mereka dengan saat ini, koneksi dengan lagu, dan aspek apa yang membuat lagu tersebut terus terngiang di kepala, dan apa yang dirasakan saat mendengar musik tersebut. 
 
Menurut BPS Research Digest, partisipan diminta mendengarkan beragam selera musik, mulai dari pop dan rock hingga rap, country, jazz dan reggae.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak 60 persen partisipan mengaku menikmati mendengarkan ulang lagu pilihan mereka segera, dengan beberapa diantaranya mengatakan bahwa mereka mendengarkannya sampai empat kali berturut-turut.
 
Ini Alasan Mengapa Anda Senang Mendengarkan Lagu Berulang
(Faktanya, nada sedih didengarkan oleh 790 pendengar, dibandingkan pendengar musik tenang sebanyak 515 orang dan musik bahagia 175 orang. Foto: Alice Moore/Unsplash.com)
 
(Baca juga: Musik Bertempo Cepat Beri Efek Buruk pada Otak)
 
Ketika sampai pada lagu dimana perasaan terpanggil, nada cenderung masuk ke dalam salah satu dari tiga kategori: bahagia dan energik, tenang dan santai, serta sedih (bittersweet). 
 
Kategori terakhir adalah yang paling sering didengarkan. 
 
Faktanya, nada sedih didengarkan oleh 790 pendengar, dibandingkan pendengar musik tenang sebanyak 515 orang dan musik bahagia 175 orang. 
 
Lagu-lagu sedih sepertinya bisa membangkitkan koneksi terdalam, memungkinkan pendengar untuk membangun 'model mental' dari lagu tersebut sehingga lebih mungkin untuk terngiang-ngiang di kepala.
 
Hal tersebut juga berarti bisa membebaskan suatu momen dalam hidup sehingga seseorang membuat koneksi ke lagu tertentu saat pertama kali mendengarnya.
 

 

 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif