Hal tersebut bisa menimbulkan siklus pesta makan yang kemudian muncul rasa sakit. Itu dapat menghalangi upaya kita untuk makan sehat. Apalagi, ada pepatah yang mengatakan bahwa kita adalah apa yang kita makan. Berikut tips untuk berhenti makan dengan emosional:
1. Paham apa yang terjadi
Beberapa orang makan lebih sedikit ketika mereka sedang stres. Yang lain membutuhkan gangguan kenyamanan makanan atau makanan ringan yang menggemukkan ketika segalanya tidak berjalan dengan baik.Karena efeknya bersifat sementara, Anda mungkin akan makan ketika Anda tidak lapar, atau tanpa memikirkannya. Itu dapat menyebabkan keputusan yang tidak sehat. Jadi, selalu waspadai apa yang Anda makan dan alasan tentang mengapa Anda memakannya.
2. Simpan buku harian makanan
Tuliskan semua yang Anda makan di siang hari. Perhatikan juga waktu Anda memakannya dan di mana Anda berada saat itu. Buku harian makanan adalah alat yang hebat untuk membantu Anda melacak kebiasaan dan pola Anda.Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Apakah Anda ngemil di antara waktu makan? Apakah makanan merupakan teman yang tepat? Anda akan mulai melihat seberapa sehat atau tidak sehatnya pilihan makanan Anda. Itu akan membantu Anda menetapkan tujuan yang benar-benar dapat membantu.
3. Pastikan apakah Anda benar-benar lapar
Jika Anda baru saja menyantap makanan besar dan masih mencari camilan, tanyakan sesuatu pada diri Anda sendiri. Apakah Anda lapar, atau apakah emosi menyebabkan Anda menjadi mengidam camilan?Solusi terbaiknya, Anda bisa melakukan sesuatu yang berbeda atau pengalihan pikiran, sehingga dorongan rasa lapar itu berlalu. Cobalah berjalan-jalan atau menelepon teman, atau Anda bisa mencoba minum air. Tubuh Anda mungkin mencoba memberi tahu Anda bahwa Anda sebenarnya hanya sedang dehidrasi.
4. Dapatkan dukungan
Pastikan Anda memiliki keluarga dan teman yang dapat membuat Anda tetap positif dan fokus pada saat stres. Cara ini benar-benar dapat membantu Anda menjalankan gaya hidup sehat. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan pekerjaan stres tinggi memiliki kesehatan mental yang lebih baik, ketika mereka memiliki jaringan dukungan yang kuat.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(FIR)
