Adidas Trionda, bola resmi Piala Dunia FIFA 2026, harus diisi daya sebelum pertandingan.
Adidas Trionda, bola resmi Piala Dunia FIFA 2026, harus diisi daya sebelum pertandingan.

Bola Piala Dunia 2026 Mesti Dicas Sebelum Main, Ini Alasannya

Lufthi Anggraeni • 16 Juni 2026 10:28
Ringkasnya gini..
  • Bola resmi Piala Dunia 2026, Adidas Trionda, harus diisi daya karena memiliki sensor pintar dan baterai internal.
  • Sensor tersebut merekam data pergerakan bola hingga 500 kali per detik untuk membantu VAR dan sistem offside semi-otomatis.
  • Baterai Trionda mampu bertahan hingga sekitar enam jam dan menjadi bagian penting dari teknologi pertandingan FIFA modern.
Jakarta: Piala Dunia FIFA 2026 menghadirkan berbagai inovasi teknologi, termasuk pada bola resmi pertandingan yang digunakan sepanjang turnamen. Bola bernama Adidas Trionda menjadi sorotan karena memiliki fitur yang tidak pernah ditemukan pada bola Piala Dunia generasi sebelumnya.
 
Mengutip First Post, Adidas Trionda harus diisi daya atau charging sebelum digunakan dalam pertandingan. Sekilas, gagasan bahwa sebuah bola sepak perlu diisi daya mungkin terdengar sebagai hal baru dan tidak biasa.
 
Namun, teknologi tersebut merupakan bagian dari sistem Connected Ball Technology yang dirancang untuk membantu perangkat Video Assistant Referee (VAR) dan meningkatkan akurasi pengambilan keputusan selama pertandingan.

Sebagai informasi, Trionda merupakan bola resmi Piala Dunia FIFA 2026 yang diproduksi oleh Adidas. Nama Trionda berasal dari kombinasi kata tri yang merujuk pada tiga negara tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, serta kata onda yang berarti gelombang dalam bahasa Spanyol.
 
Selain desain yang terinspirasi dari tiga negara penyelenggara, Trionda juga mengusung konstruksi empat panel yang berbeda dari bola Piala Dunia sebelumnya. Adidas mengklaim desain tersebut membantu meningkatkan stabilitas lintasan bola dan konsistensi performa di lapangan.
 
Alasan utama Trionda perlu diisi daya adalah karena di dalamnya terdapat sensor elektronik canggih yang ditenagai baterai isi ulang. Sensor tersebut berfungsi mengumpulkan dan mengirimkan data pergerakan bola secara real-time selama pertandingan.
 
Teknologi ini memungkinkan sistem mencatat berbagai informasi penting, seperti kecepatan bola, arah pergerakan, rotasi atau spin, percepatan dan momen saat bola disentuh pemain. Sensor tersebut bekerja dengan frekuensi hingga 500 kali per detik, sehingga mampu menghasilkan data sangat akurat mengenai setiap pergerakan bola di lapangan.
 
Karena seluruh sistem bergantung pada daya listrik dari baterai internal, setiap bola harus diisi ulang sebelum pertandingan dimulai agar seluruh fitur dapat berfungsi secara optimal. Sementara itu, data yang dikumpulkan sensor Trionda tidak hanya digunakan untuk analisis pertandingan, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem officiating modern FIFA.
 
Informasi dari sensor bola dikirim secara nirkabel ke sistem VAR dan dikombinasikan dengan data kamera pelacak pemain yang berada di stadion. Kombinasi kedua teknologi tersebut membantu sistem Semi-Automated Offside Technology (SAOT) menentukan secara presisi waktu bola disentuh dan posisi pemain pada saat yang sama.
 
Dengan demikian, keputusan offside maupun insiden tertentu dapat dianalisis dengan lebih cepat dan akurat dibandingkan dengan metode konvensional. FIFA menilai teknologi ini dapat mengurangi potensi kesalahan manusia sekaligus meningkatkan konsistensi keputusan wasit.
 
Menurut berbagai laporan, baterai yang tertanam di dalam Trionda mampu bertahan hingga sekitar enam jam setelah pengisian penuh. Durasi tersebut dianggap cukup untuk mengakomodasi satu pertandingan penuh, termasuk peluang perpanjangan waktu dan adu penalti.
 
Proses pengisian daya sendiri menjadi bagian dari prosedur persiapan pertandingan yang dilakukan sebelum kick-off. FIFA memastikan keberadaan sensor dan baterai tidak memengaruhi keseimbangan maupun karakteristik permainan bola.
 
Kehadiran Trionda menunjukkan teknologi semakin berperan dalam sepak bola modern. Setelah sebelumnya FIFA memperkenalkan goal-line technology, VAR, dan offside semi-otomatis, kini bola pertandingan juga menjadi bagian dari ekosistem digital yang membantu pengambilan keputusan di lapangan.
 
Kendati menuai perdebatan dari sebagian penggemar yang khawatir sepak bola menjadi terlalu bergantung pada teknologi, FIFA menilai inovasi ini penting untuk menjaga keadilan dan akurasi pertandingan di level tertinggi.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA