Gedung Kemenkes. (Ilustrasi. FOTO: Setkab)
Gedung Kemenkes. (Ilustrasi. FOTO: Setkab)

Kemenkes Beri Imbauan tentang Penyebaran Penyakit Pneumonia

Rona pneumonia
Sunnaholomi Halakrispen • 17 Januari 2020 12:04
Jakarta: Penyakit pneumonia tersebar di Kota Wuhan, Tiongkok. Penyakit tersebut pun berpotensi tersebar ke negara-negara lain termasuk Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pun memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat.
 
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Kemenkes RI dr. Anung Sugihantono meminta agar masyarakat tidak turut menjadi panik. Sebab, ada antisipasi yang dilakukan oleh Kemenkes. 
 
Bagi masyarakat Indonesia yang hendak bepergian ke wilayah-wilayah di Tiongkok, wajib memerhatikan perkembangan penyebaran penyakit pneumonia di wilayah tersebut. Kemudian, selama di Tiongkok baiknya menghindari berkunjung ke pasar ikan atau tempat penjualan hewan hidup. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika selama perjalanan di Tiongkok merasa berinteraksi dengan orang-orang dengan gejala demam, batuk, dan sukar bernafas atau jatuh sakit dengan gejala yang sama, agar segera
berobat ke fasilitas kesehatan terdekat," ujar dr. Anung di Jakarta.
 
Ia juga mengimbau agar masyarakat yang kembali ke Indonesia waspada diri jika berinteraksi dengan orang lain yang menunjukkan gejala umum pneumonia. Di antaranya, demam, batuk, dan sukar bernafas.
 
"Agar segera berobat ke fasilitas layanan kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut," paparnya.
 
Pencegahan pun sangat perlu dilakukan, yakni dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Rutinlah menerapkannya setiap hari dan berkelanjutan. Makanlah makanan bergizi dengan menu seimbang.
 
"Cukupkan asupan buah dan sayur. Melakukan aktivitas fisik selama 30 menit per hari, cukup istirahat, dan segera berobat jika sakit," imbaunya.
 
Pneumonia itu sendiri merupakan tipe baru dari virus sindrom pernapasan akut berat (SARS) ini berasal dari Tiongkok. Pada akhir Bulan Desember 2019 hingga awal Januari 2020, virus pneumonia tersebar di Kota Wuhan, China, ditemukan pasien-pasien pneumonia atau radang paru-paru berat. Puluhan orang dalam kondisi kriris.
 
Wabah pneumonia misterius di Tiongkok sempat memicu kekhawatiran karena terkait SARS. Sindrom itu telah menewaskan 349 orang di Tiongkok dan 299 di Hong Kong lebih dari satu dekade lalu.
 
Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan wabah ini diakibatkan tipe baru dari koronavirus. Wabah misterius ini pertama kali dikonfirmasi Tiongkok pada Selasa, 31 Desember 2020, di Wuhan.
 
Komisi Kesehatan Kota Wuhan menyebut sebagian besar pasien wabah misterius ini berprofesi sebagai operator bisnis di pasar makanan laut di Wuhan. Pasar tersebut telah ditutup pada Rabu, 1 Januari 2020, usai wabah menjangkit.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif