Ilustrasi simbol pita peduli kanker (Foto: Pexels)
Ilustrasi simbol pita peduli kanker (Foto: Pexels)

5 Tanda dan Gejala Kanker Esofagus

Rona kanker
Raka Lestari • 07 Maret 2020 11:17
Jakarta: Esofagus atau kerongkongan adalah saluran berotot yang menghubungkan tenggorokan ke perut, dan memungkinkan makanan dan minuman yang Anda makan turun melalui saluran pencernaan Anda. Kanker pada kerongkongan mungkin jarang terjadi jika dibandingkan jenis kanker lainnya, tetapi penting untuk mengetahui tanda dan gejalanya. 

Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala kanker kerongkongan:

Anda merasa sakit saat menelan

"Rasa sakit atau kesulitan menelan adalah tanda-tanda utama tumor di kerongkongan, yaitu tabung otot yang menghubungkan mulut dan perut," Avni Desai, MD, seorang ahli onkologi medis di fasilitas rawat jalan Memorial Sloan Kettering Cancer Center di Commack, New York seperti dilansir The Healthy
 
Desai mengatakan orang mulai merasakan rasa sakit ketika menelan makanan padat dan akhirnya merasa sakit ketika menelan cairan.

Asam lambung yang semakin parah

Banyak orang mengalami refluks atau mulas sesekali, ketika asam lambung naik dari lambung yang menyebabkan peradangan. Akan tetapi, asam lambung yang naik setelah makan bukanlah sesuatu yang normal dan sensasi terbakar di belakang tulang dada bisa disebabkan karena asam lambung yang bocor ke kerongkongan.
 
“Kami sebenarnya melihat kanker lebih umum di bagian bawah kerongkongan, tepat di sebelah perut,” kata Dr Desai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika Anda melihat gejala asam lambung memburuk atau terjadi lebih sering, mungkin sudah saatnya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Anda selalu batuk setelah makan makanan berat

Gastroesophageal reflux disease (GERD) dapat menyebabkan paru menjadi sensitif. “Seringnya, setelah seseorang makan, asam lambung muncul kembali dan dapat sedikit mengiritasi saluran udara,” kata Ronan Kelly, MD, direktur Program Terapi Kanker Gastroesophageal di John Hopkins University.

Penurunan berat badan yang tidak direncanakan

Jika makanan tertentu sulit ditelan, Anda mungkin berhenti memakannya, yang bisa menurunkan berat badan. “Kanker dapat menyebabkan orang kehilangan nafsu makan,” kata Dr. Desai.
 
"Tetapi bahkan jika mereka makan dengan baik dan mereka memiliki nafsu makan yang baik, kanker dapat menyebabkan pasien kehilangan berat badan." Jika Anda kehilangan berat badan tanpa disengaja sebaiknya lakukan evaluasi untuk mengetahui penyebabnya," sarannya.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif