Makanan mentah disebut lebih lebih baik, karena mengandung vitamin, mineral dan zat gizi yang lebih utuh. (Ilustrasi/Pexels)
Makanan mentah disebut lebih lebih baik, karena mengandung vitamin, mineral dan zat gizi yang lebih utuh. (Ilustrasi/Pexels)

Apakah Proses Memasak Dapat Menghilangkan Gizi Makanan?

Rona gizi makanan sehat
Kumara Anggita • 20 Maret 2020 11:05
Jakarta: Banyak orang menyebut ketika makanan diolah dengan sedemikian rupa kandungan gizinya sudah berbeda dibandingkan sebelumnya. Hal ini buat para orang tua serba salah untuk memilih makanan untuk dikonsumsi sang buah hati.
 
Menurut Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) ketika produk makanan atau minuman yang sudah keluar resmi melalui penelitian dan pembuktian, Anda tak perlu khawatir lagi. Karena ini artinya produk tersebut nutrisinya masih sesuai standar dan bisa memberikan manfaat bagi tubuh.
 
Dalam hal ini dia memberikan contoh Lactobacillus reuteri yang ada dalam susu. Untuk mendapatkan khasiat yang optimal, Anda bisa mengakalinya dengan mendiamkan air panas untuk sementara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kesulitannya, di satu sisi kita ingin higienis. Buat susu pakai air panas mendidih namun kalau  terlalu panas bisa matikan bakteri. Karena itu, masak air sampai mendidih lalu ditunggu sampai agak adem, 40-60 derajat ok,” ujarnya  dalam acara LACTOGROW Dukung Orang Tua untuk Prioritaskan Kebahagiaan Anak di Hari Kebahagiaan Internasional di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020.
 
Namun, untuk makanan atau minuman lain caranya bisa berbeda lagi. Anda harus lihat bahan apa yang akan Anda olah terlebih dahulu. Selama sesuatu tak masalah untuk dikonsumsi mentah, maka tidak apa dimakan langsung. Namun bila makanan tersebut tidak higienis, tentunya Anda harus memasaknya sesuai dengan standar.
 
“Pada prinsipnya makanan mentah lebih lebih baik. Ini karena mengandung vitamin, mineral dan zat gizi yang lebih utuh. Begitu diolah akan menurun. Ada gradasinya. Makin lama memasakanya, heboh, dikukus akan semakin habis. Tapi tentu ada batasannya (makanan terentu). Jadi tak bisa dikonsumsi mentah-mentah,” tutupnya.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif