NEWSTICKER
Belum ada satupun penelitian yang mengonfirmasi dampak buruk temulawak, kunyit maupun curcumin. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Belum ada satupun penelitian yang mengonfirmasi dampak buruk temulawak, kunyit maupun curcumin. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Jamu dengan kandungan Temulawak dan Kunyit Aman Dikonsumsi dan Bermanfaat

Rona manfaat jamu
Raka Lestari • 19 Maret 2020 13:23
Jakarta: Beberapa waktu lalu, beredar pesan singkat di berbagai media sosial yang menyebutkan bahwa minum temulawak, kunyit, atau produk yang mengandung curcumin dapat meningkatkan ekspresi enzim ACE2 (Angiotensin) yang merupakan reseptor covid-19 sehingga membuat tubuh lebih menerima covid-19.
 
Berdasarkan informasi tersebut, DR. (Cand.) Dr. Inggrid Tania, M.Si. (Herbal) sebagai Ketua Umum PDPOTJI (Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia) memberikan klarifikasinya melalui pres rilis yang diterima oleh tim Medcom.id.
 
“Jamu yang mengandung temulawak dan kunyit sudah dikonsumsi masyarakat Indonesia selama beradab-abad terbukti aman dan bermanfaat terhadap kesehatan," katanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Manfaatnya) di antaranya memelihara kesehatan, kebugaran/vitalitas dan bahkan memelihara kesehatan liver dan pencernaan,” tulis Dr. Inggrid. “Baik temulawak maupun kunyit mengandung ratusan senyawa bioaktif, salah satunya adalah senyawa curcumin.”
 
Menurut Dr. Inggrid, berbagai penelitian (terutama penelitian in-vitro dan praklinis) di dunia terhadap curcumin menunjukkan bahwa curcumin bersifat antiperadangan, antivirus, antibakteri, antijamur, dan antioksidan. 
 
“Salah satu manfaat curcumin yang terungkap melalui berbagai penelitian dan uji klinis adalah meningkatkan sistem imunitas tubuh atau berperan sebagai imunomodulator (clinical evidence).”
 
Ia juga menambahkan bahwa kepustakaan jurnal yang dijadikan acuan oleh para penulis pesan singkat di berbagai media sosial adalah (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4651552/ dengan Xue-Fen Pang sebagai Peneliti Utama) berisi penelitian yang sebatas menyimpulkan curcumin meningkatkan ekspresi ACE2 pada sel miokardium hewan tikus (ACE2 bentuk fixed pada sel otot jantung tikus).
 
“Sebagai catatan khusus, peneliti utama tersebut pernah memiliki riwayat retracted article (ditariknya publikasi artikel dari jurnal) atas dasar diragukannya integritas dari hasil penelitiannya."
 
"Oleh karena itu, adalah suatu penarikan kesimpulan yang terlalu dini, oversimplifikasi dan jump to conclusion jika para penulis pesan singkat menyimpulkan bahwa curcumin meningkatkan ekspresi ACE2 pada sel alveolus dalam paru manusia dengan hanya berdasarkan artikel yang menyebutkan bahwa curcumin meningkatkan ekspresi ACE2 pada sel otot jantung tikus,” tulis Dr. Inggrid.
 
Sehingga, larangan konsumsi jamu temulawak dan kunyit serta suplemen curcumin dengan alasan menimbulkan kerentanan terhadap covid-19 merupakan suatu larangan yang tidak rasional, karena belum ada satupun penelitian yang mengonfirmasi dampak buruk temulawak, kunyit maupun curcumin terhadap covid-19.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif