Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Layanan yang Memudahkan Penderita Kanker Payudara

Rona kanker payudara
Kumara Anggita • 20 Mei 2020 16:05
Jakarta: Sebuah solusi di dunia kesehatan akhirnya datang juga. Yaitu layanan Asa Dara, yang dimaksudkan sebagai program bantuan pasien unik berbasis digital.
 
Layanan ini diperkenalkan oleh Pfizer Indonesia untuk membantu pasien kanker payudara mendapatkan akses terapi yang dibutuhkan dengan cara mudah dan nyaman di Indonesia. Pfizer Indonesia mengumumkan kerja samanya ini dengan Halodoc sebagai platform kesehatan dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI).
 
Asa Dara memberikan layanan yang nyaman bagi pasien untuk dapat mengakses program bantuan pasien melalui platform ekosistem kesehatan digital yang dikelola oleh Halodoc dan YKI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui program ini, setelah pasien berkonsultasi dengan dokter ahli kanker/spesialis dan mendapatkan resep terapi kanker payudara Pfizer, pasien akan memiliki akses untuk mendapatkan keringanan dalam membeli obat dan layanan antar dari apotek resmi ke rumah pasien. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membeli (affordability) dan kepatuhan pengobatan pasien.
 
“Pfizer menggunakan pendekatan layanan pasien yang inovatif termasuk program membantu pasien dalam mendapatkan obat-obatan yang dibutuhkan sejalan dengan tujuan kami untuk menghadirkan terobosan terbaru yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujar Anil Argilla, President Director PT Pfizer Indonesia.
 
Program ini semakin dibutuhkan. Mengingat kita sedang menghadapi pandemi covid-19 yang membuat mobilitas kita semakin terbatas.
 
“Kami menjajaki peluang kerjasama ini sejak akhir tahun lalu dan program ini semakin relevan pada saat kita beraktivitas di lingkungan baru dengan mobilitas terbatas karena ancaman global pandemi COVID-19," terang Anil.
 
"Kerja sama kami bersama YKI dan Halodoc mencerminkan komitmen bersama kami bagi pasien yang akan berlanjut di masa depan dalam rangka mendukung sistem kesehatan Indonesia guna memberikan solusi perawatan kesehatan inovatif melalui teknologi digital,” lanjutnya.

Mengapa inovasi hanya untuk pasien kanker payudara?

Kanker payudara adalah salah satu bentuk kanker paling umum di dunia. Menurut studi Globocan pada 2018, penyakit ini menempati urutan pertama dalam kasus kanker yang dilaporkan di Indonesia. Di mana telah terjadi 58.256 kasus baru pada 2018 dan menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian kanker dengan angka 22.692 kasus setelah kanker paru-paru.
 
Di seluruh dunia, kanker payudara adalah kanker invasif yang paling umum pada perempuan. Lebih dari 2 juta peremluan terkena dampak setiap tahunnya. Oleh karena itu, inovasi ini lebih didahulukan.
 
“Kemitraan ini menciptakan manfaat yang unik bagi pasien kanker payudara dan akan semakin memperkuat ekosistem kesehatan digital di Indonesia. Kami berharap manfaat yang diciptakan dari kerja sama ini dapat mengatasi tantangan yang dihadapi pasien Indonesia dalam hal akses terhadap terapi inovatif, dengan memberikan mereka layanan yang lebih sederhana dan nyaman,” jelasnya Jonathan Sudharta, CEO of Halodoc.
 
Dan Jonathan menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada platform baru nantinya untuk penyakit lain.

Persyaratan

Memang inovasi ini diberikan untuk memudahkan semua pasien kanker payudara. Namun ada tahapan-tahapan yang tetap perlu diikuti oleh para pengguna.
 
“YKI mendukung program bantuan pasien ASA DARA sebagai terobosan baru dan inovatif dalam memfasilitasi akses yang lebih luas bagi pasien kanker payudara di seluruh Indonesia untuk mendapatkan obat yang dibutuhkan,” ujar Ketua Umum YKI Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP.
 
“Peran kami adalah memastikan bahwa hanya pasien yang direkomendasikan oleh ahli onkologi dan telah memenuhi persyaratan administrasi program ASA DARA yang berhak mendapatkan akses program ini,” tambah Prof. Sudoyo.
 
Persyaratannya adalah menyiapkan KTP pasien, resep yang disertai cap resmi dokter onkologi, serta formulir ASA DARA yang telah diisi kepada Halodoc untuk dilakukan verifikasi oleh YKI.
 
Inovasi ini diharapkan bisa diterima oleh masyarakat dan untuk langkah selanjutnya akan disediakan program pendidikan.
 
“Rencana selanjutnya dari kerja sama kami adalah bagaimana mengembangkan program ini lebih lanjut dengan program pendidikan pasien, sehingga dapat memberikan manfaat kepada komunitas pasien yang lebih luas di Indonesia," tambah Anil.
 
"Bersama-sama kita dapat meningkatkan kesadaran pasien tentang konsep manajemen kanker sekaligus mengatasi misinformasi dari perawatan kanker payudara,” pungkasnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif