Nyeri Punggung Membuat Lansia Cepat Kehabisan Tenaga

Sri Yanti Nainggolan 09 Februari 2018 12:59 WIB
kesehatan tulang
Nyeri Punggung Membuat Lansia Cepat Kehabisan Tenaga
Sebuah penelitian menemukan bahwa lansia aktif yang menderita nyeri punggung cenderung memiliki daya tahan yang lebih rendah dan tenaga lebih sedikit. (Foto: Ali Yahya/Unsplash)
Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa lansia aktif yang menderita nyeri punggung cenderung memiliki daya tahan yang lebih rendah dan tenaga lebih sedikit. 

"Orang dewasa yang lebih tua hidup lebih lama dan hidup lebih sehat, jadi memperhatikan kondisi yang dapat mengancam fungsi independen semakin penting," kata penulis utama studi Eleanor Simonsick, dari National Institute on Aging di Amerika Serikat. 

Untuk penelitian ini, para peneliti memeriksa potensi kontribusi keparahan nyeri lumbopelvic (LPP) pada lansia yang berfungsi dengan baik terhadap efisiensi berjalan yang buruk, kurangnya daya tahan, kecepatan berjalan lambat dan penurunan parameter mobilitas ini selama satu sampai lima tahun.


Mereka menggunakan kuesioner untuk memastikan adanya kejadian dan tingkat keparahan nyeri pinggul dan pinggul pada 12 bulan sebelumnya dan meminta partisipan melaporkan kemampuan berjalan, termasuk kemudahan berjalan satu mil.


(Sebuah penelitian menemukan bahwa lansia aktif yang menderita nyeri punggung cenderung memiliki daya tahan yang lebih rendah dan tenaga lebih sedikit. Foto: Bertrand Borie/Unsplash)

(Baca juga: Tips Sederhana Menjaga Kesehatan Tulang Belakang)

Para penguji bersertifikat menilai kecepatan berjalan normal, biaya energik berjalan (konsumsi oksigen, mL per kg / m), dan waktu yang dibutuhkan berjalan 400 meter secepat mungkin.

Variasi tambahan seperti jenis kelamin, usia, usia-kuadrat, ras, tinggi badan, berat badan, olahraga dan kebiasaan merokok juga diperhitungkan. Secara keseluruhan, sebanyak 31,4 persen partisipan memiliki LPP ringan dan 15,7 persen memiliki LPP sedang sampai berat.

"Dalam penelitian ini, kami menemukan bahwa sakit punggung mempengaruhi hampir setengah dari usia lanjut yang berfungsi dengan baik dan sangat aktif," tukas Simonsick.

Ia menambahkan, nyeri punggung juga menyebabkan berkurangnya efisiensi berjalan dan daya tahan yang lebih buruk, yang dapat menyebabkan kesulitan berjalan.

Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen nyeri punggung yang lebih baik dapat membantu orang dewasa yang lebih tua tetap aktif dan bebas dari keterbatasan mobilitas.











(TIN)