Mengenal Tenggelam Kering dan Potensi Ancamannya
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Jakarta: Saat anak tenggelam, pertolongan secepatnya akan membantu sang anak bertahan. Namun ada kasus saat anak yang hampir tenggelam telah diselamatkan justru pada beberapa waktu berikutnya mengalami kondisi kritis. Secara medis, kondisi ini dikenal dengan istilah tenggelam kering.

Dokter spesialis anak Rismala Dewi mengatakan kasus tenggelam kering umumnya dialami oleh anak-anak di bawah lima tahun. Kurangnya pengawasan orang tua saat anak berada di kolam renang menjadi salah satu faktor anak bisa tenggelam.

"(Saat) tenggelam, efek yang terjadi bisa kekurangan oksigen atau hipoksia karena anak bisa tersedak atau menghirup air saat berusaha bernapas di dalam air yang kemudian masuk ke paru-paru," ujarnya melalui sambungan Skype dalam Newsline Metro TV, 19 November 2018.


Menurut Rismala cairan yang teraspirasi ke paru-paru menempatkan anak pada kondisi yang membahayakan. Belum lagi ditambah dengan suhu dingin yang menyergap ketika anak mengalami tenggelam. 

Salah satu tindakan permulaan ketika anak mengalami tenggelam adalah memastikan dia berada pada suhu tubuh normal. Jika anak kedinginan segera lepas pakaian yang basah dan ganti dengan pakaian atau kain yang lebih tebal untuk menghangatkan. 

"Satu hal yang kadang tidak kita sadari adalah apakah anak muntah kemudian cairan itu teraspirasi lagi ke dalam tubuh. Kalau itu yang terjadi, bisa menyebabkan anak gagal napas," kata dia. 

Pada kasus tenggelam kering, Rismala menambahkan, gagal napas karena tubuh mengaspirasi cairan saat tenggelam adalah ancaman utama. Penanganan yang dilakukan adalah harus segera dibawa ke rumah sakit karena termasuk dalam kondisi kegawatdaruratan.

"Kalau kebetulan ada tenaga medis di tempat kejadian bisa dilakukan pertolongan seperti resusitasi jantung dan paru atau melakukan bantuan hidup dasar. Jika tidak,harus dibawa ke rumah sakit karena perlu penanganan segera," jelasnya.





(MEL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id