Ilustrasi--pexels
Ilustrasi--pexels

Gejala Preeklampsia

Rona Preeklampsia
Raka Lestari • 12 Oktober 2019 16:04
Jakarta: Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan serius yang ditandai oleh tekanan darah tinggi dan masalah pada cara kerja fungsi organ tertentu seperti ginjal dan hati. Menurut Preeclampsia Foundation, preeklampsia terjadi pada sekitar 5-8 persen kehamilan.
 
Seperti dikutip thehealthy, jika tidak ditangani, preeklampsia dapat berkembang menjadi eklampsia penuh, yang dapat menyebabkan kejang dan bahkan kematian.
 
Berikut ini adalah gejala-gejala yang perlu diketahui mengenai preeklampsia, terutama oleh wanita hamil:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tekanan darah tinggi
 
“Tekanan darah kadang-kadang dapat meningkat tanpa peringatan apa pun,” kata Sara Soto, MD, seorang dokter kandungan dari PIH Health Women’s Center.
 
Tekanan darah 140/90 pada orang yang tidak memiliki tekanan darah tinggi bisa menjadi tanda preeklamsia.”Penting untuk mengetahui tekanan darah normal Anda. Jika tekanan darah Anda biasanya rendah, tetapi tiab-tiba tinggi sebaiknya segera lakukan pemeriksaan," ucap Sara.
 
Adanya protein pada urin 
 
Salah satu gejala preeklampsia klasik atau tanda-tanda preeklampsia adalah protein dalam urin, gejala yang bisa terdeteksi oleh dokter. "Protein mungkin ada dalam urin karena 'bocor' pembuluh darah di ginjal, menyebabkan protein dari aliran darah masuk ke urin," kata Patricia Pollio, MD, direktur ob-gyn di Good Samaritan Hospital. Ini bisa terjadi ketika pembuluh darah menyempit karena tekanan darah tinggi.
 
Penurunan frekuensi buang air kecil
 
Jika Anda menyadari adanay penurunan frekuensi buang air kecil, itu bisa jadi karena penyempitan pembuluh darah Anda karena tekanan darah yang meningkat. “Ketika preeklamsia bertambah parah, seseorang dapat mulai memproduksi lebih sedikit urin atau bahkan berhenti mengeluarkan urin sama sekali,” kata Dr Soto. Jika ini terjadi, segera hubungi dokter Anda.
 
Pembengkakan
 
Preeklampsia biasanya terjadi pada trimester ketiga, yaitu saat wanita hamil paling rentan mengalami pembengkakan normal akibat retensi cairan, menurut American College of Obstetrics & Gynecology. "Pembengkakan terjadi selama preeklampsia pada beberapa kasus karena tingkat protein yang relatif rendah dalam aliran darah, dan juga karena bocornya air dari aliran darah ke jaringan," kata Dr Pollio.
 
Sakit kepala 
 
Sakit kepala juga sering terjadi pada kehamilan, jadi bagaimana Anda bisa tahu jika Anda adalah salah satu tanda preeklampsia? Menurut Dr Soto, jika sakit kepala tersebut sangat parah dan tidak hilang-hilang bisa menjadi salah satu tanda preeklampsia. “Pada gejala preeklampsia, sakit kepala dapat terjadi sebagai akibat langsung dari tekanan darah tinggi atau secara tidak langsung karena pembengkakan otak," kata Dr Pollio.
 


 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif