Rumah sakit dan pemanfaatan inovasi teknologi kesehatan. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)
Rumah sakit dan pemanfaatan inovasi teknologi kesehatan. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

Digitalisasi Layanan Kesehatan bagi Pasien Gawat Darurat Pertama di Indonesia

Rona kesehatan gaya
Raka Lestari • 01 November 2019 16:19
Jakarta: Digitalisasi layanan kesehatan, terutama di rumah sakit yang merawat pasien gawat darurat dan pascaoperasi merupakan kebutuhan yang mendesak. Hal ini sejalan dengan upaya rumah sakit untuk bisa memenuhi peningkatan permintaan layanan kesehatan tanpa harus mengorbankan kualitas perawatan dan keselamatan pasien.
 
Rumah sakit pertama di Indonesia yang merupakan rumah sakit pertama menggunakan teknologi connected care adalah Rumah Sakit Kasih Ibu di Bali.
 
“Rumah Sakit Kasih Ibu bercita-cita untuk menjadi rumah sakit pintar (smart hospital), kini menjadi paling depan dalam pemanfaatan inovasi teknologi kesehatan, terutama dalam digitalisasai perawatan pasin untuk memenuhi harapan. Baik pasien domestik maupun pasien asing,” ujar Krishnawenda Duarasa, Presiden Kasih Ibu Hospital Group, dalam acara pengenalan situs referensi pertama Philips iGs&ICCA di Indonesia, di Bali, Rabu, 30 Oktober 2019 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia juga menambahkan, “Kami percaya bahwa investasi pada solusi kesehatan ini akan meningkatkan kualitas jasa dan perawatan pasien, yang memungkinkan tim medis kami untuk lebih fokus menyediakan perawatan yang benar pada saat yang tepat, demi mendorong peningkatan hasil perawatan pasien yang lebih baik dan operasional rumah sakit yang lebih efisien.”
 
Digitalisasi Layanan Kesehatan bagi Pasien Gawat Darurat Pertama di Indonesia
(Acara pengenalan situs referensi pertama Philips iGs&ICCA di Indonesia, di Bali, Rabu, 30 Oktober 2019. Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)
 
Pim Preesman, Presiden Direktur Philips Indonesia mengatakan, “Dengan solusi IntelliSpace Critical Care and Anesthesia (ICCA) dan IntelliVue Guardian Software (IGS), kami memadukan sistem pemantauan pasien dengan teknologi terhubung untuk memberi konsistensi dalam perawatan pasien, transisi pasien yang mulus dan hasil yang lebih baik.”
 
Ia juga menambahkan, “Kami berkomitmen untuk membantu rumah sakit di seluruh Indonesia menerapkan teknologi connected care sebagai upaya membantu pasien dan tenaga medis.”
 
Alur kerja yang terdapat pada Unit Perawatan Intensif (ICU) sendiri memang cukup rumit, meliputi pendaftaran masuk/keluar pasien, rutinitas perawatan sehari-hari pada pasien, gawat darurat dan kejadian tak terduga, sampai memberikan perawatan akhir hidup.  
 
Jumlah obat-obatan, pindaian, perawatan dan pengujian yang diberikan atau dilakukan untuk pasien memberi beban besar pada pasien dan keluarganya.
 
Alur kerja yang rumit ini membutuhkan upaya yang besar dari tim medis yang terlibat. Oleh karena itu, digitalisasi sistem pada ICU memang sangat dibutuhkan agar perawatan pada pasien ICU bisa menjadi lebih tepat dan efektif. 
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif