Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD dalam acara Jelajah Gizi memeringati Hari Pangan Sedunia. (Foto: Dok. Medcom.id/A.Firdaus)
Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD dalam acara Jelajah Gizi memeringati Hari Pangan Sedunia. (Foto: Dok. Medcom.id/A.Firdaus)

Jelajah Gizi, Upaya Menaklukkan Tantangan di Hari Pangan Sedunia

Rona Hari Pangan Sedunia
A. Firdaus • 16 Oktober 2019 12:25
Bogor: Hari Pangan Sedunia tepat jatuh pada hari ini (16 Oktober). Sayangnya masih banyak tantangan pangan yang akan dihadapi oleh anak-anak di dunia, khususnya di Indonesia.
 
Tantangan-tantangan tersebut berupa ketersediaan pangan itu sendiri, kemampuan daya beli masyarakat, hingga kandungan gizi adekuat yang biasa dikonsumsi sehari-hari.
 
Sejalan dengan itu, Danone Indonesia kembali menghadirkan kegiatan edukasi Jelajah Gizi untuk mengeksplorasi potensi pangan yang kini tertuju di Kota Bogor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sembari mendorong partisipasi aktif seluruh pihak dalam proses penyediaan, pemrosesan, dan konsumsi makanan yang sehat bagi keluarga, atau healthy diets.
 
Sesuai data yang diadopsi dari World Health Organization (WHO), setidaknya lebih dari 820 juta jiwa atau 1 dari 9 orang di dunia mengalami kekurangan gizi.
 
Jelajah Gizi, Upaya Menaklukkan Tantangan di Hari Pangan Sedunia
(Dalam momen Hari Pangan Sedunia, acara bertajuk Jelajah Gizi ini mengajak media dan para pegiat media sosial untuk mengeksplor makanan khas Bogor. Salah satunya adalah Soto Mie Kesatuan, Surya Kencana. Foto: Dok. Medcom.id/A.Firdaus)
 
Data tersebut terbeberkan setelah penurunan angka kelaparan dunia menurun selama satu dekade sebelum akhirnya kembali naik pada 2015.
 
Sementara di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) tahun lalu, ada 17,7 persen anak balita dihantui masalah kekurangan gizi dan gizi buruk. Sedangkan yang mengalami stunting mencapai 30,8 persen.
 
Senada dengan itu, ibu hamil dan anak usia dini juga menghadapi tantangan serupa. Padahal kunci penting menentukan masa depan mereka adalah pemenuhan gizi pada masa 1000 Hari Pertama Kehamilan.
 
Untuk itu menyikapi tantangan di bidang pangan dan gizi harus dibutuhkan kerja sama muktisektorial. Termasuk aksi dari setiap individu dalam menentukan pilihan dan pola makanan yang sehat bagi diri kita sendiri dan lingkungan.
 
"Hunger atau kekurangan gizi terjadi akibat kurang memadainya asupan pangan, baik kuantitas maupun kualitas pangan yang juga disebabkan karena rendahnya literasi pangan dan gizi. Sehingga kurang mampu memanfaatkan sumber daya pangan yang ada dengan baik," ujar Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD pada acara talkshow Hari Pangan Sedunia: Aksi Kita Tentukan Masa Depan.
 
Jelajah Gizi, Upaya Menaklukkan Tantangan di Hari Pangan Sedunia
(Dalam memeringati Hari Pangan Sedunia, acara Jelajah Gizi juga melihat pembibitan tanaman organik di Boja Farm, Tajur Halang. Foto: Dok. Medcom.id/A.Firdaus)
 
"Maka dari itu, berbagai pihak yang terlibat dalam proses pangan mulai dari produsen, konsumen, hingga penjual memiliki peran dan tanggung jawab penting dalan mengaplikasikan healthy diets demi terwujudnya tujuan zero hunger dari FAO," terang Prof Ahmad yang juga Pakar Gizi dan Keamanan Pangan Institut Pertanian Bogor.
 
Jelajah Gizi merupakan kegiatan edukasi tahunan yang dilakukan oleh Danone Indonesia sejak 2012. Untuk tahun ini, yang bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia, Danone Indonesia mengadopsi tema FAO Healthy Diets - Action is Our Future, di mana aksi ini bisa mendorong masyarakat memerhatikan pola konsumsi yang sehat demi masa depan generasi berikutnya.
 
Pada Jelajah Gizi ini, mereka mengajak media dan para pegiat media sosial untuk mengeksplor baik itu makanan khas Bogor hingga ke akar rumputnya, seperti melihat pembibitan tanaman organik di Boja Farm, Tajur Halang.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif