Banyak orang tua baru yang kurang paham tentang keadaan bayi baru lahir. (Ilustrasi/Pexels).
Banyak orang tua baru yang kurang paham tentang keadaan bayi baru lahir. (Ilustrasi/Pexels).

Bayi Kepala Lonjong, Normalkah?

Rona bayi
Kumara Anggita • 11 Desember 2019 09:06
Jakarta: Banyak orang tua baru yang kurang paham tentang keadaan bayi baru lahir. Ketika ada yang terasa aneh, orang tua pun jadinya panik.
 
Misalnya menurut, Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Pondok Indah, Caessar pronocitro, terdapat dua keadaan yang asing bagi orang tua baru yaitu kepala lonjong dan titik merah di mata. Bila ini terjadi pada anak Anda, tak perlu khawatir karena sifatnya hanya sementara.
 
Umumnya, orang mengetahui bahwa kepala bayi yang sempurna itu berbentuk bulat. Namun pada kenyataannya tidak selalu demikian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dokter Caessar menyebutkan bahwa saat lahir kepala bayi bisa berbentuk lonjong, bahkan bisa tampak ada benjolan atau “konde”.
 
“Bentuk lonjong tersebut normal, karena tulang kepala bayi yang masih lunak dan mudah berubah bentuk untuk mengakomodasi proses keluarnya melalui jalan lahir yang sempit. Terkadang ada pengumpulan cairan di bawah kulit yang menimbulkan kesan seperti benjolan atau “konde” lunak. Hal tersebut juga normal, tidak berbahaya, dan akan hilang dalam hitungan hari,” ujarnya melalui akun instagramnya.
 
Dia mengatakan, bentuk kepala bayi bisa baru mulai membulat di usia 6-12 bulan. Selain itu, ada pula titik merah di bagian putih mata bayi. Ini juga Anda tidak perlu khawatir karena akan hilang dengan sendirinya.
 
“Pembuluh darah yang kecil di mata dapat mengalami pecah akibat tekanan tinggi. Biasanya, terjadi saat proses persalinan, atau bila bayi menangis keras.Pecahnya pembuluh darah kecil di mata ini tidak perlu menimbulkan kepanikan, karena akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Hal-hal di atas memang lebih sering ditemui pada bayi yang lahir melalui persalinan normal daripada operasi,” ungkapnya.
 
Dia menambahkan, apabila ada hal yang ingin ditanyakan, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis anak ya. Jadi, walaupun Anda begitu sayang dengan sang buah hati, pastikan Anda sebagai berpikir tidak terlalu jauh ketika hal ini terjadi kepada Anda. Ini hanya sementara.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif