NEWSTICKER
Mengingat bencana bisa muncul kapan saja, tak ada salahnya untuk memahami cara memberikan pertolongan pertama. (Ilustrasi/Pexels)
Mengingat bencana bisa muncul kapan saja, tak ada salahnya untuk memahami cara memberikan pertolongan pertama. (Ilustrasi/Pexels)

Cara Memberikan Pertolongan Pertama

Rona tips saat banjir
Kumara Anggita • 03 Januari 2020 08:02
Jakarta: Pertolongan pertama yang tepat bisa membantu menyelamatkan hidup seseorang. Namun sayangnya hanya sedikit yang tahu cara memberikannya.
 
Mengingat bencana bisa muncul kapan saja, tak ada salahnya untuk memahami cara memberikan pertolongan pertama.
 
Berikut cara memberikan pertolongan pertama berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


- Baringkan korban. Berlututlah di samping korban, dekat dengan bahunya. 
 
- Bersihkan saluran nafas korban. Angkat dagu korban dan miringkan kepala korban ke belakang dan ke atas, pegang rahangnya dengan tangan. Pastikan tidak ada hal yang menyumbat saluran pernapasan, seperti makanan atau lidah yang terlipat. Apabila ada hal-hal yang menyumbat, gunakan kedua jari Kamu untuk mengeluarkan hal-hal tersebut. 
 
- Periksa pernapasannya. Lihat naik turun (kembang kempis) dada bagian bawah dan perut. Dengar dan rasakan keluarnya udara dari hidung dan mulut dengan meletakkan pipi Kamu di wajah korban. Apabila korban tidak bernapas selama 5-10 detik, segera berikan napas bantuan dari mulut ke mulut. 
 
- Napas bantuan dari mulut ke mulut. Usahakan kepala korban tetap dalam posisi menengadah. Tutup hidung korban.
 
Tarik napas dalam-dalam dan letakkan mulut Kamu di atas mulut korban. Hembuskan udara dengan kuat ke dalam mulut korban. Pastikan udara yang dihembuskan tidak keluar dari hidung korban.
 
Beri napas bantuan penuh dan pastikan dada korban naik saat udara dihembuskan. Apabila hal tersebut tidak terjadi, kembalikan posisi kepala korban dengan cara mengangkat dagu dan menengadahkan kepalanya, sambil memegang rahang korban dengan satu tangan.
 
Beri napas bantuan penuh sekali lagi. Apabila dada korban tidak naik saat diberikan napas bantuan untuk kedua kalinya, lanjutkan proses tersebut; jangan mengubah posisi kepala korban lagi. Setelah hembusan napas kedua, lihat,  dengar, rasakan untuk mengetahui apakah korban telah mulai bernapas dengan sendirinya. Catatan: memberikan dua napas bantuan akan memerlukan waktu lima detik. 
 
- Apabila korban masih belum mulai bernapas dengan sendirinya, mulailah menekan dada korban. Letakkan salah satu telapak tangan Kamu di tengah dada korban di antara puting susu dan letakkan tangan satunya lagi di atas yang pertama. Tekan dada korban sedalam 4-5 cm dengan lembut dan cepat (setidaknya 100 tekanan per menit). Setelah 30 tekanan, beri 2 napas bantuan, seperti yang telah dijelaskan di atas. 
 
- Lanjutkan pemberian napas bantuan setiap 30 kali tekanan 8. 
 
- Setelah 5 putaran (5 set 30 tekanan dan 5 set 2 napas bantuan), lihat – dengar – rasakan untuk mengetahui apakah korban telah mulai bernapas dengan sendirinya. Bila perlu, bergantian dengan seseorang agar Kamu dapat istirahat. Orang baru akan lebih kuat dan efektif 9. 
 
- Apabila korban mulai bernapas, miringkan badannya dalam posisi pemulihan (lihat penjelasan berikut) serta periksa saluran pernapasan dan pernapasan secara berkala.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif