Salah satu jenis kanker yang gejalanya sering diabaikan adalah kanker usus besar. Ini karena gejala yang timbul tidak langsung terlihat. (Fofto: Pexels.com)
Salah satu jenis kanker yang gejalanya sering diabaikan adalah kanker usus besar. Ini karena gejala yang timbul tidak langsung terlihat. (Fofto: Pexels.com)

Kanker Usus Besar yang Sering Diabaikan

Rona kanker usus besar
Kumara Anggita • 10 Februari 2020 08:00
Jakarta: Kanker adalah penyakit yang mematikan namun bila cepat dideteksi, potensi seseorang untuk sembuh semakin besar. Salah satu jenis kanker yang gejalanya sering diabaikan adalah kanker usus besar. Ini karena gejala yang timbul tidak langsung terlihat sehingga orang menbiarkan begitu saja.
 
Menurut Medco Group dan Yaysana Kanker Indonesia, kanker usus besar adalah kanker yang menimpa usus besar sampai dubur. Kanker ini timbul melalui interaksi komek faktor genetik dan faktor lingkungan.
 
Kanker ini tumbuh perlahan-lahan, keluhannya pun timbul perlahan sehingga penderita sering mengabaikan atau lalai terhadap gejala penyakitnya. Lebih dari 35 persen kanker usus besar terjadi pada usia produktif kurang dari 40 tahun.

Gejala kanker usus besar antara lain

- Adanya tinja yang bercampur darah dan lendir
- Kebiasaan buang air berubah, tinja kadang encer, kadang keras, kadang lebih sering atau susah buang air besar

Orang yang berisiko terkena penyakit ini adalah mereka yang

- Mempunyai faktor genetik
- Pernah menderita radang usus besar khronis
- Kebiasaan makan yang salah misalnya sering makan daging atau makananan olahan dengan bahan pengawet, makan yang dibakar atau dipanggang, tak suka makan sayur dan buah
- Perokok dan obesitas
- Sebelumnya pernah menderita polip usus, dianjurkan untuk kolonoskopi, satu tahun setelah diagnosis, kemudian setiap tiga tahun.
- Sebelumnya ada penyakit radang usus besar, dianjurkan untuk melakukan biopsi berkala
- Keluarga ada riwayat menderita polip dalam usus, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini sejak usia 14 tahun
- Sebelumnya menderita kanker usus besar, dianjurkan untuk melakukan kolonoskopi enam bulan sampai 12 bulan setelah diagnosis, kemudian 24 bulan.

Cara untuk mendeteksi kanker usus besar untuk pasien tanpa gejala

- Pemeriksaan colok dubur, sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin
- Pemeriksaan test darah dan samar pada tinja di laboratorium klinik mulai usia 50 tahun
- Pemeriksaan dengan alat yang dimasukkan ke dalam dubur (kolonoskopo) dimulai pada usia 50 tahun (bila dalam dua kali pemeriksaan kesehatan rutin hasilnya negatif, dapat dilakukan setiap 3-5 tahun)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bila Anda melihat ada beberapa gejala seperti ini timbul, jangan abaikan dan segera konsultasi ke dokter. Deteksi dini bisa sangat membantu kualitas hidup Anda.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif