NEWSTICKER
(Foto: BMJ)
(Foto: BMJ)

Bagaimana Gejala Kanker Prostat?

Rona kanker
Sri Yanti Nainggolan • 12 Mei 2016 15:52
medcom.id, Jakarta: Pada 2016, lebih dari 180 ribu pria di Amerika terkena kanker prostat, yang mana 26 ribu di antaranya meninggal dunia.
 
Data Asosiasi Kanker Amerika menyebutkan, kanker prostat menduduki peringkat kedua penyebab kematian, setelah kanker paru-paru.
 
Kanker prostat merupakan malignasi atau tumor ganas, sebuah pertumbuhan sel yang tak normal dan ganas pada prostat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu gejala yang jelas terlihat pada penyakit ini adalah kencing darah. 
 
Pertumbuhan sel secara ganas yang tak terkontrol memicu perubahan tekanan di bagian pembuluh darah saat penderitanya buang air kecil. 
 
"Kandung kemih yang kosong dengan tiba-tiba bisa menimbulkan tekanan yang meyebabkan pembuluh darah pecah dan terbawa urin," terang Dr. Hery Tiera Sp.U, Spesialis Bedah Urologi di RS Pondok Indah, Jakarta, saat ditemui Metrotvnews.com, Kamis (12/5/2016).
 
Tak hanya itu, penderita kadang juga mengalami kesulitan mengeluarkan urine sehingga tak jarang harus mengejan. 
 
Intensitas buang air kecil pada malam hari pun menjadi lebih sering. Kencing nokturia terjadi karena adanya sisi dalam kandung kemih dimana urine menggenang, sehingga penderita seolah terus merasa ingin buang air kecil.
 
Pemeriksaan untuk mendiagnosa kanker prostat dilakukan secara bertahap. 
 
Pertama, dokter umumnya akan melakukan tanya jawab untuk mengetahui apakah gejala yang dialami merupakan ciri kanker prostat. Setelah itu, pasien baru menjalani pemeriksaan fisik untuk mengecek kesehatan prostat.
 
"Ciri ke arah kanker adalah konsistensi prostat yang keras atau bernodul (benjol), harusnya kenyal seperti karet," jelasnya.
 
Pada pasien pria berusia di atas 50 tahun, akan dilakukan pemeriksaan darah atau disebut dengan Prostat-Specific Antigen (PSA). Bila di atas angka normal, yaitu 4.0 ng/mL, maka kemungkinan besar pasien terkena kanker prostat.
 
Setelah itu, akan diadakan pemeriksaan USG untuk melihat kondisi ginjal, kandung kemih, dan prostat.
 
Tahap selanjutnya, dilakukan biopsi pada dubur untuk mengambil sampel jaringan yang nantinya akan dilihat, apakah kanker bersifat ganas atau jinak. 
 
Tahap terakhir adalah staging, yaitu melihat apakah sudah terjadi penyebaran atau metastasis kanker ke bagian lain, seperti kelenjar getah bening, tulang, paru-paru, atau organ lain. 
 
"Kebanyakan terjadi metastasis ke bagian tulang," pungkasnya.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif