Pneumonia adalah infeksi di unit-unit penukar gas paru-paru atau yang disebut alveoli. (Foto: Guilherme Stecanella/Unsplash.com)
Pneumonia adalah infeksi di unit-unit penukar gas paru-paru atau yang disebut alveoli. (Foto: Guilherme Stecanella/Unsplash.com)

Hati-hati, Pneumonia Bisa Menular Lewat Udara

Rona pneumonia
Torie Natalova • 09 November 2018 17:29
Jakarta: Pneumonia memang lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua. Ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh mereka yang lebih lemah dibanding orang dewasa muda. Tapi, perlu diketahui bahwa pneumonia sebenarnya bisa menyerang siapa saja.
 
Pneumonia adalah infeksi di unit-unit penukar gas paru-paru atau yang disebut alveoli. Pada dasarnya, kantung udara di paru-paru Anda meradang atau terisi cairan bahkan nanah, yang dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengirimkan oksigen ke darah.
 
Pneumonia terkadang bisa disebabkan oleh bakteri atau virus. Jenis bakteri paling umum penyebab pneumonia adalah streptococcus, bakteri yang sama pemicu radang tenggorokan. Penyakit ini berkembang jika organisme menyerang pertahanan tubuh seseorang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



(Pneumonia memang lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua. Ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh mereka yang lebih lemah dibanding orang dewasa muda. Foto: Kelly Sikkema/Unsplash.com)
 
(Baca juga: Pneumonia Lebih Berbahaya jika Diderita Anak-anak)
 
Pneumonia termasuk penyakit menular sehingga Anda bisa mendapatkannya dari batuk atau bersin seseorang, berbagi gelas minum, dan tidak sering mencuci tangan.
 
Adapun gejala pneumonia meliputi batuk, sesak napas, nyeri dada saat batuk atau bernapas, demam, dahak berwarna kuning atau hijau, mual, muntah, diare dan kelelahan.
 
Batuk biasa umumnya akan diikuti dengan sakit tenggorokan dan flu, sedikit demam yang akan hilang dengan cepat. Sementara pada pneumonia, gejalanya akan semakin memburuk dari hari ke hari serta diikuti gejala demam tinggi, sakit kepala parah dan nyeri dada yang parah.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi