Polusi udara sebagai tembakau baru. Hanya dengan menghirup udara yang tercemar berperan dalam kematian lebih dari 8 juta orang di seluruh dunia. (Foto Ilustrasi: AFP)
Polusi udara sebagai tembakau baru. Hanya dengan menghirup udara yang tercemar berperan dalam kematian lebih dari 8 juta orang di seluruh dunia. (Foto Ilustrasi: AFP)

Ketika Polusi Udara Membunuh Orang seperti Rokok

Rona rokok polusi udara kesehatan paru-paru
Sunnaholomi Halakrispen • 08 Mei 2020 12:05
Jakarta: Polusi udara bisa membunuh orang seperti orang terbunuh karena rokok. Ada sebuah kisah yang dikutip dari WebMD. Pada 2012, Latifa Moosajee dan suaminya memutuskan untuk berhemat dari rumah mereka di kota kecil Georgia.
 
Mereka pindah ke townhouse baru di jantung kota, Atlana. Moosajee yang berusia 62 tahun bersemangat untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan cucu-cucunya dan menjalani kehidupan yang aktif di kota.
 
Tetapi, pada tahun pertama di rumah barunya, dia mulai mengi dan kesulitan bernapas. Awalnya, ia mencoba mengonsumsi pil alergi, mengira itu hanya karena musim ragweed.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama lima tahun selanjutnya, Moosajee mengalami mengi yang semakin parah dengan kesulitan bernapas, dan dia membutuhkan lebih banyak obat-obatan. Alhasil, ia mulai memakai inhaler jangka pendek, lalu inhaler jangka panjang. Bahkan, ia membutuhkan steroid hanya untuk menjaga saluran udara terbuka.
 
Terlebih saat musim dingin. Selama berbulan-bulan pada suatu waktu, Moosajee menyatakan bahwa ia tidak punya alergi, tetapi dia hampir tidak bisa bernapas.
 
Bahkan, ia tidak memiliki riwayat penyakit paru-paru. Dia tidak merokok dan tidak ada orang di sekitarnya yang merokok. Dia belum mengubah pola makannya atau mulai menggunakan produk baru di rumahnya.
 
Satu-satunya saat ia mengalami masalah serupa ialah ketika ia melakukan perjalanan ke India, yang memiliki beberapa tingkat polusi tertinggi di dunia. Hal itu pun dipikirkan sebagai penghambat pernapasannya ke Atlanta.

Polusi udara adalah tembakau baru

Moosajee dan dokternya pun mulai curiga bahwa udara kotor yang dia hirup selama bertahun-tahun berdampak buruk pada kesehatannya. Sementara bagi jutaan orang Amerika seperti Moosajee, setiap napas bisa membawa udara beracun ke dalam paru-paru.
 
Di sana, polutan bisa masuk ke aliran darah dan menyebabkan kerusakan di seluruh tubuh. Berdasarkan laporan State of the Air American Lung Association tahun 2019, dijelaskan bahwa lebih dari 141 juta orang tinggal di wilayah dengan udara yang tidak sehat, meningkat 7 juta orang dari laporan 2018.
 
Di Amerika Serikat, negara tersebut memiliki lebih banyak udara yang tercemar dalam dua tahun terakhir. Analisis data dari Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) menemukan ada 15 persen lebih banyak hari dengan udara tidak sehat daripada rata-rata dari 2013 hingga 2016.
 
Polusi udara, terutama polusi partikel udara yang tidak terlihat, dikenal sebagai PM2.5, meningkatkan risiko masalah kesehatan yang serius. Itu bisa membunuh. Bahkan kadar yang sangat rendah berperan dalam kematian akibat penyakit jantung dan paru-paru.
 
Hubungan antara polusi udara dan bahaya kesehatan begitu kuat sehingga direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus, PhD, menyebut polusi udara sebagai tembakau baru. Hanya dengan menghirup udara yang tercemar berperan dalam kematian lebih dari 8 juta orang di seluruh dunia, lebih dari jumlah kematian akibat tembakau.
 
(FIR)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif