Ilustrasi. (ANTARA/Rahmad)
Ilustrasi. (ANTARA/Rahmad)

Mengenal Lebih Jauh 'Pembunuh' Wanita Nomor 1 di Indonesia

Rona kanker serviks
22 Maret 2017 16:05
medcom.id, Jakarta: Kanker serviks atau kanker yang muncul pada leher rahim menjadi pembunuh wanita nomor satu di Indonesia. Kanker serviks biasanya terjadi akibat infeksi virus human papillomavirus (HPV) tipe 16 dan 18.
 
Dokter spesialis kandungan dan kebidanan Ferdhy Suryadi Suwandinata mengatakan salah satu pencetus tumbuhnya virus HPV pada wanita adalah mereka yang pernah berhubungan seksual. Saat berhubungan seksual tak jarang menimbulkan luka yang menjadi pintu masuk virus untuk menginfeksi.
 
"Pada saat berhubungan seksual terjadi luka kecil, jadi virus masuk sampai ke dasar sel dan sel itu yang akan berubah dan menjadi ganas," katanya dalam Newsline, Rabu 22 Maret 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bicara kanker, kata dia, tak cuma tentang penyebab. Namun juga aktivitas yang bisa membuat virus itu tumbuh subur.
 
Berganti-ganti pasangan dan kebiasan merokok, dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi HPV. Pada intinya, merokok dapat menurunkan sistem imunitas yang menyebabkan tubuh rentan terhadap penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus. 
 
"Bisa juga semua yang menyebabkan imunitas turun terutama soal higienitas," katanya. 
 
Tak cuma aktivitas merokok, faktor risiko lain penyebab kanker serviks adalah penggunaan kontrasepsi, namun, bukan menjadi penyebab utama. Yang utama, kata dia, adalah infeksi yang terjadi di area genital atau sekitar alat kelamin.
 
Ferdhi mengatakan, salah satu tindakan yang bisa dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya sel kanker dalam leher rahim adalah deteksi dini. Yang paling mudah, menggunakan metode inspeksi visual dengan asam asetat (IVA). Meskipun akurasinya 80 persen, atau lebih rendah dari metode pap smear, IVA bisa menjadi rujukan untuk menentukan seseorang terindikasi kanker atau tidak.
 
"Yang penting ada kesadaran, karena selama ini hanya 5 persen wanita yang sudah pernah melakukan pap smear," katanya.
 
Terkait gejala, Ferdhi mengatakan yang paling mudah untuk dideteksi adalah perdarahan usai berhubungan seksual dan keputihan yang dianggap tak wajar.
 
"Salah satunya keputihan yang berbau. Sel kanker yang lepas itulah yang menyebabkan bau. Kalau seperti itu segera ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut," terangnya. 
 

 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif