Pentingnya edukasi anak tentang jajanan sehat juga dibenarkan oleh Ir. Ahmad Syafiq, Msc. Phd selaku Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Universitas Indonesia. Menurutnya, seorang anak mempunyai hak memilih makanannya sendiri ketika berada di sekolah.
"Ketika seorang anak meninggalkan rumah menuju sekolah, anak memiliki kuasa untuk memilih makanannya. Jadi, semakin awal semakin baik memberikan pengetahuan gizi ke anak," katanya di acara Kunjungan Media Nusantara 2015 Frisian Flag Indonesia di SD Bubutan IV Surabaya, Rabu 18 November.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Untuk memberikan pengetahuan gizi yang meliputi jajanan sehat ke anak, Syafiq bersama Frisian Flag Indonesia membuat buku edukasi gizi berjudul 'Anak Cerdas dan Aktif Indonesia' sebagai panduan anak dan orang tua mengenai pengetahuan gizi sehari-hari.
Di dalam buku edukasi gizi tersebut juga terdapat informasi mengenai ciri-ciri jajanan sehat dan jajanan tidak sehat.
Jajanan Sehat merupakan jajanan yang aman dari bahaya fisik, kimia dan biologi. Cirinya:
1. Aman dari bahaya fisik seperti bebas dari benda asing, debu, pasir, kuku dan perhiasan.
2. Aman dari bahaya kimia yang meliputi tidak terlalu kenyal, warna makanan tidak mencolok, rasa tidak pahit atau getir.
3. Aman dari biologi, misalnya makanan terlihat bersih, kemasan tidak rusak, tidak basi (bentuk rupa, bau dan ras tidak menyimpang dari keadaan normal ).
Sedangkan Jajanan tidak sehat ialah jajanan yang mengandung bahaya fisik, kimia dan biologi. Cirinya:
1. Warna makanan terlalu mencolok.
2. Rasanya sangat tajam, misalnya gurih atau ada rasa pahit saat dimakan
3. Disimpan di tempat terbuka, berdebu atau banyak lalat.
4. Dibungkus dengan kertas bekas atau koran.
5. Bentuk rupa terlalu kenyal, keras, atau gosong.
6. Memiliki bau yang menyimpang seperti bau asam, bau busuk atau bau tengik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(LOV)
