dr. Elisna Syahruddin, Ph.D, Sp.P(K), dokter spesialis paru sekaligus Ketua Pokja Kanker Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. (Medcom.id/Raka Lestari)
dr. Elisna Syahruddin, Ph.D, Sp.P(K), dokter spesialis paru sekaligus Ketua Pokja Kanker Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. (Medcom.id/Raka Lestari)

Polusi Udara jadi Salah Satu Faktor Penyebab Kanker Paru

Rona polusi udara kanker paru
Raka Lestari • 11 Februari 2020 17:05
Jakarta: Polusi udara memiliki banyak efek negatif bagi kesehatan, salah satunya adalah jika terus menerus dihirup bisa menyebabkan kanker paru. Meskipun memang kanker paru memiliki banyak faktor risiko, dan salah satu faktor risiko terbesarnya adalah asap rokok. Dan memang polusi udara merupakan faktor yang tidak bisa dikendalikan.
 
“Polusi udara bisa juga menjadi penyebab kanker paru dan memang tidak bisa kita kendalikan,” ujar dr. Elisna Syahruddin, Ph.D, Sp.P(K), dokter spesialis paru sekaligus Ketua Pokja Kanker Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dalam acara Pencanangan Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker Paru, di kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 11 Februari 2020.
 
Ia menjelaskan bahwa ada dua jenis polusi udara yang bisa menyebabkan kanker paru, yaitu outdoor pollution dan indoor pollution. “Polusi udara itu kan termasuk outdoor pollution. Di Jakarta sendiri misalnya, Jakarta kan salah satu kota dengan polusi udara terttinggi ya. Jadi kalau seseorang tinggal di kota yang polusinya tinggi pasti risikonya ada,” jelas dr. Elisna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Misalnya seseorang yang kerja di pabrik yang mengandung zat-zat karsinogen seperti pabrik semen atau pabrik asbes, itu pasti risikonya bertambah,” tambah dr. Elisna.
 
Sedangkan indoor pollution itu biasanya dari asap pembakaran di dapur yang bercampur di dalam rumah, sehingga tidak ada sirkulasi. "Asap pembakaran tersebut yang terus menerus dihisap, bisa menyebabkan kanker paru,” terangnya
 
Menurut dr. Elisna, bahan bangunan rumah seperti asbes juga bisa menyebabkan kanker paru-paru jika dihirup dalam jangka waktu yang lama. “Asbes kan biasanya ada serbuk-serbuknya itu, jika terinhalasi maka semakin lama bisa semakin menumpuk dan bisa jadi kanker paru,” ujarnya.
 
“Paling sering itu karena serbuk-serbuk asbes itu kan bentuknya tajam. Dia bisa menembus dan biasanya jadi mesothelioma atau kanker primer pada selaput paru. Kalau dia menumpuknya di paru, maka bisa jadi kanker paru,” ujar dr. Elisna.
 
Namun memang, serbuk-serbuk asbes yang bisa menyebabkan kanker paru itu biasanya terjadi dalam waktu yang cukup lama. “Serbuk asbes itu biasanya lebih lama dari paparan asap rokok ya, setelah 40 tahun terekspos baru kena kanker paru,” tutupnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif